Semarang

2.533 Lembar Pita Cukai Palsu Disita

Kompas.com - 03/04/2012, 11:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com -  Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng-DIY menyita dua buah dus karton berisi 2.533 lembar, yang masing-masing lebar terdiri dari 50 keping pita cukai palsu jenis SKM tahun 2012, seri III. Dua karton pita cukai palsu tersebut diamankan dari dua tersangka pemilik barang berinisial MDA dan TM.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng-DIY Supraptono mengatakan barang bukti tersebut didapatkan dari pemeriksaan terhadap sebuah mobil Suzuki APV di Jalan Sultan Fatah Demak pada 30 Maret 2012 pukul 10.00. Petugas menemukan dua dus karton berwarna coklat yang diletakkan di jok belakang mobil. "Diperkirakan barang ini berasal dari Jakarta dan akan diedarkan di Jawa Tengah, seperti wilayah Kudus dan sekitarnya yang ada pabrik rokok skala kecil," katanya, Selasa (3/4/2012).

Kerugian negara dari tindakan ini diperkirakan mencapai Rp1,6 miliar. Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 55 huruf b Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentangCukai dengan ancaman hukuman paling singkat satu tahun dan paling lama delapan tahun.

Supraptono mengatakan, kedua tersangka sudah diintai cukup lama dan diperkirakan sudah ada sejumlah cukai palsu yang beredar. Ia mengatakan akan terus melakukan pengetatan peredaran pita cukai palsu tersebut. Peredaran pita cukai palsu di Jawa Tengah tergolong tinggi, dan berada pada urutan nomor dua setelah Jawa Timur.

Salah satu tersangka MDA, mengaku hanya diminta mengirimkan barang dengan imbalan tertentu. "Saya terpaksa karena kondisi ekonomi, untuk membiayani anak istri saya," katanya singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau