KOMPAS.com - Gemerlap Liga Inggris, salah satu kompetisi sepak bola terketat di dunia, musim 2011-2012 ini menghadirkan beberapa penjaga gawang muda yang bersinar. Pada saat bersamaan, sejumlah kiper yang lebih senior dan berpengalaman, seperti Paul Robinson (Blackburn Rovers) dan Shay Given (Aston Villa), meredup. Proses regenerasi sedang berlangsung di Liga Inggris dengan kiper-kiper muda yang energik dan menawan.
Salah satu kiper belia yang layak disebut adalah Joe Hart, kiper Manchester City yang berusia 25 tahun. Berdasarkan data ESPN, City baru kebobolan 25 gol dari 31 laga. Itu jumlah kebobolan terminim dari 20 klub kontestan Liga Primer. Faktor Hart di bawah mistar berkontribusi signifikan terhadap jumlah kebobolan itu. Hart juga mencatat 13 clean sheets (laga tanpa kebobolan).
Bukti keandalan Hart terlihat dari bagaimana ia menggusur kiper senior Shay Given, sebagai kiper utama City. Semua berawal saat Hart dipilih Pelatih City Roberto Mancini sebagai pilihan di bawah mistar pada partai pembuka musim 2010-2011 melawan Tottenham Hotspur ketimbang Given. Kepercayaan itu dibayar lunas dengan kesuksesan Hart menjadi Man of the Match, dengan mencetak sejumlah penyelamatan. Salah satunya terhadap sepakan Benoit Assou-Ekotto meski bola sempat berbelok arah.
Tak heran, Hart yang tak dimainkan di Piala Dunia Afrika Selatan 2010 bakal menjadi kiper utama Inggris di Piala Eropa Polandia-Ukraina 2012. David James pun berani berujar, Hart bisa bermain untuk 20 tahun ke depan sebagai kiper Inggris sepanjang ia mempertahankan kebugaran dan kualitas aksinya. Dengan demikian, Hart berpeluang memecahkan rekor Peter Shilton, kiper Inggris dengan penampilan terbanyak untuk tim St George Cross, yakni 125 kali.
De Gea, bukan Kuszczak
Di klub rival sekota City, Manchester United, ada kiper muda fenomenal, David De Gea. Mantan kiper Atletico Madrid ini menjadi pilihan Pelatih Sir Alex Ferguson sebagai pengganti Edwin van der Sar yang pensiun. Sial bagi Tomasz Kuszczak, kiper cadangan Van der Sar, yang malah terpental karena dipinjamkan ke Watford.
Jumlah kebobolan MU yang 27 gol, dari 30 laga hingga Senin malam, sedikit banyak karena peran De Gea. Ia sempat dikritik karena banyak membuat kesalahan di sejumlah pertandingan. Di antaranya kala MU kalah 2-3 dari Blackburn Rovers di Old Trafford.
Namun, Ferguson tetap yakin, De Gea tetap kiper yang tepat untuk MU karena dia kini sudah jauh lebih baik. Ia mencontohkan, tiga partai terakhir MU yang berakhir dengan clean sheets (menang 2-0 atas West Brom, 5-0 atas Wolves, dan 1-0 atas Fulham) membuktikan mutu De Gea.
”Dia tidak membiarkan kesalahan menghampirinya. Sekarang dia bermain dengan percaya diri, yang mana itu faktor signifikan bagi kiper,” kata Ferguson seperti dikutip ESPN.
Satu lagi kiper muda yang tergolong sensasional adalah Tim Krul di Newacstle United. Posisi Newcastle yang kini di urutan keenam klasemen sementara, di atas Everton dan Liverpool, salah satunya juga berkat ketangguhan Krul. Wajar bila ia terpilih sebagai kiper ketiga di tim nasional Belanda setelah Maarten Stekelenburg dan Michel Vorm, serta menyisihkan Steve Harper yang lebih senior sebagai kiper utama di ”The Magpies”. (ADP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang