JAKARTA, KOMPAS.com -- Turnamen Australia Open Grand Prix Gold 2012 yang berlangsung di Sydney, 3-8 April 2012, menjadi salah satu tempat untuk pemain Indonesia berburu poin untuk olimpiade. Turnamen level empat setelah kejuaraan dunia, premier super series dan super series ini menyediakan poin tertinggi sebanyak 7.000 angka untuk pemenangnya.
Pada nomor tunggal putra, Simon Santoso dan Taufik Hidayat tengah berusaha menaikkan posisi mereka yang kini masing-masing berada di rangking kesembilan dan kesebelas dunia. Keduanya akan berlaga di Sydney bersama Tommy Sugiarto, Alamsyah Yunus, dan Sony Dwi Kuncoro.
Sayangnya, Dionysius Hayom Rumbaka batal tampil akibat cedera pada pergelangan tangan kanannya kambuh usai tampil di babak semifinal leg kedua Axiata Cup 2012.
Greysia Polii/Meiliana Jauhari yang kini berada di peringkat kedelapan dunia juga memanfaatkan turnamen ini untuk berburu poin guna memperbaiki peringkat mereka menjelang olimpiade pada Juli di London, Inggris.
Pasangan ganda campuran yang merupakan juara All England 2012, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir urung berlaga di Australia karena persiapan keduanya dirasa belum maksimal. Usai menjuarai All England, pasangan rangking ketiga dunia ini langsung berlaga di Swiss Open Grand Prix Gold 2012 dan berhasil mendulang emas.
Pelatih ganda campuran Richard Mainaky berharap pada pasangan Muhammad Rijal/Debby Susanto untuk dapat berlaga di olimpiade bersama Tontowi/Liliyana.
Rijal/Debby yang kini berada di peringkat kedua belas dunia juga akan mengejar poin sebanyak-banyaknya pada turnamen berhadiah total 120.000 dollar AS ini.
Sementara itu, sama seperti Tontowi/Liliyana, pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano yang merupakan juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2011, juga memutuskan untuk mundur dari Australia Open GP Gold. Setelah Australia Terbuka, masih ada dua turnamen lagi yang menyediakan poin untuk olimpiade, yakni kejuaraan Asia di China dan Super Series India Terbuka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang