Belasan Domba Mati Diserang Anjing Liar

Kompas.com - 04/04/2012, 08:18 WIB

BATU, KOMPAS.com - Sejumlah ternak domba di Kota Batu, Jawa Timur ditemukan mati dengan keadaan penuh luka. Diduga ternak-ternak itu diserang anjing liar yang berkeliaran di kota wisata tersebut. Anjing liar tersebut diduga berasal dari beberapa hutan di Kota Batu.

Hingga saat ini, domba yang mati sudah berjumlah 12 ekor domba. "Dugaan awal, domba yang mati itu, diserang oleh hewan buas alias anjing liar," kata Sugeng Pramono, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kota Batu, Rabu (4/4/2012).

Dugaan serangan anjing liar tersebut memang masih belum bisa dibuktikan oleh pihak Distanhut. Meskidemikian, lanjut Sugeng, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para peternak untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi agar tidak terjadi peristiwa serupa.

Langkah antisipasi tersebut berupa menambah lampu penerangan di sekitar kandang ternak, dan memperkuat pagar kandang agar tidak mudah dimasuki hewan liar. "Antisipasi itu, bertujuan agar tidak ada lagi peristiwa ternak mati yang diduga diserang anjing liar," katanya.

Untuk tahun anggaran 2012, pihak Distanhut Kota Batu, belum bisa memberikan bantuan. Namun warga dipersilakan untuk membuat proposal permohonan bantuan untuk mendapatkan bantuan. "Tahun depan bisa direalisasikan," ujarnya.

Program bantuan ternak pengganti domba yang mati tersebut katanya, akan dimasukkan melalui program bantuan kemasyarakatan untuk jenis ternak. "Karena APBD 2012 sudah disahkan, maka bantuan baru bisa pada tahun depan," aku Sugeng.

Terakhir, domba yang mati akibat serangan hewan buas adalah milik Solikul Mashuri, warga Dusun Jamburejo, Desa Beji, Kecamatan Junrejo. "Empat domba saya mati dan satu domba luka-luka. Di tubuh domba yang mati itu, terdapat bekas luka semacam tusukan di dekat leher. Juga ada bekas gigitan disejumlah kakinya," cerita Solikul kepada Kompas.com, Rabu (4/4/2012) pagi.

Bangkai dua ekor domba milik Solikul itu, ditemukan 10 meter hingga 15 meter dari kandangnya. "Kalau domba lainnya ditemukan mati di dalam kandang. saya rugi Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta," keluhnya.

Peristiwa serupa sudah perna terjadi pada awal Februari lalu, yakni terjadi di Dusun Tutup Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Pada kejadian itu, juga ada belasan domba yang mati akibat digigit anjing liar tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau