BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang AC Milan, Clarence Seedorf, berpendapat bahwa wasit Bjorn Kuipers telah keliru dalam memberikan penalti kedua untuk Barcelona dalam pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions Selasa atau Rabu (4/4/2012) dini hari WIB di Camp Nou. Tetapi, menurutnya, tim berjuluk "I Rossoneri" itu bukan tersingkir dari ajang tertinggi Benua Eropa hanya karena wasit.
Setelah pekan lalu bermain imbang 0-0 pada leg pertama di San Siro, juara Serie-A musim lalu ini tersingkir dari babak perempat final setelah menelan kekalahan 1-3 dari Barcelona.
Tim berjuluk "Blaugrana" itu unggul lebih dulu melalui gol dari tendangan penalti Lionel Messi di menit ke-11. Milan sempat menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol dari Antonio Nocerino di menit ke-32, namun Barca kembali unggul melalui tendangan penalti kedua Messi setelah Alessandro Nesta dianggap melanggar Sergio Busquets. Milan kecewa pada keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kedua untuk Barca.
"Wasit meniupkan peluit dan memberikan penalti. Memang saya tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi, tetapi kalau berbicara tentang wasit, bagi saya, dia melakukan kesalahan (di penalti kedua). Jika dia melihat pelanggaran terjadi (sebelum bola ditendang), seharusnya dia menghentikan permainan, itu yang selalu dilakukan," ujarnya seperti dilansir Goal.com
Gelandang kelahiran Suriname itu menyadari bahwa keputusan wasit terhadap penalti memang menjadi momen kunci dalam sebuah pertandingan. Namun dia menolak dikatakan bahwa timnya kalah karena keputusan wasit.
"Ini adalah dua pertandingan penting antara dua tim besar, dan Barcelona memiliki sedikit kelebihan. Ayo kita tinggalkan (masalah wasit)," tambahnya.
Setelah kalah, Seedorf percaya bahwa tim yang sudah mengalahkan timnya itulah yang akan mencapai final Liga Champions bersama rival abadi mereka di La Liga, Real Madrid.
"Para pesaing terbesar (untuk gelar) adalah Real Madrid dan Barcelona," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang