Seedorf: Milan Tersingkir Bukan karena Wasit

Kompas.com - 04/04/2012, 12:29 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang AC Milan, Clarence Seedorf, berpendapat bahwa wasit Bjorn Kuipers telah keliru dalam memberikan penalti kedua untuk Barcelona dalam pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions Selasa atau Rabu (4/4/2012) dini hari WIB di Camp Nou. Tetapi, menurutnya, tim berjuluk "I Rossoneri" itu bukan tersingkir dari ajang tertinggi Benua Eropa hanya karena wasit.

Setelah pekan lalu bermain imbang 0-0 pada leg pertama di San Siro, juara Serie-A musim lalu ini tersingkir dari babak perempat final setelah menelan kekalahan 1-3 dari Barcelona.

Tim berjuluk "Blaugrana" itu unggul lebih dulu melalui gol dari tendangan penalti Lionel Messi di menit ke-11.  Milan sempat menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol dari Antonio Nocerino di menit ke-32, namun Barca kembali unggul melalui tendangan penalti kedua Messi setelah Alessandro Nesta dianggap melanggar Sergio Busquets. Milan kecewa pada keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kedua untuk Barca.

"Wasit meniupkan peluit dan memberikan penalti. Memang saya tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi, tetapi kalau berbicara tentang wasit, bagi saya, dia melakukan kesalahan (di penalti kedua). Jika dia melihat pelanggaran terjadi (sebelum bola ditendang), seharusnya dia menghentikan permainan, itu yang selalu dilakukan," ujarnya seperti dilansir Goal.com

Gelandang kelahiran Suriname itu menyadari bahwa keputusan wasit terhadap penalti memang menjadi momen kunci dalam sebuah pertandingan. Namun dia menolak dikatakan bahwa timnya kalah karena keputusan wasit.

"Ini adalah dua pertandingan penting antara dua tim besar, dan Barcelona memiliki sedikit kelebihan. Ayo kita tinggalkan (masalah wasit)," tambahnya.

Setelah kalah, Seedorf percaya bahwa tim yang sudah mengalahkan timnya itulah yang akan mencapai final Liga Champions bersama rival abadi mereka di La Liga, Real Madrid.

"Para pesaing terbesar (untuk gelar) adalah Real Madrid dan Barcelona," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau