Pengembang Kibarkan "Bendera Putih"

Kompas.com - 04/04/2012, 15:19 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Pengembang mengaku bergairah menggarap pasar apartemen dengan harga jual Rp 200 juta - Rp 300 juta. Pengembang menilai, dibalik mandeknya program 1.000 tower rumah sejahtera susun atau yang sebelumnya disebut rumah susun sederhana milik (rusunami), pasar kelas menengah ini potensial digarap.

"Kalau masalah rumah sejahtera susun ibaratnya pengembang sudah angkat bendera putih atau menyerah. Kalau harga usulan pengembang diterima maka bisa berjalan lagi," kata Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), Setyo Maharso, kepada wartawan dalam acara peringatan HUT REI ke-40 di Menado, Sulawesi Utara, Sabtu (31/3/2012) pekan lalu.

REI mengusulkan kepada pemerintah harga rumah sejahtera susun berada di angka Rp 205 juta per unit. Angka ini lebih tinggi dari rencana kenaikan harga rumah sejahtera susun yang diusulkan pemerintah, yakni Rp 190 juta per unit dari sebelumnya Rp 144 juta per unit.

"Apabila disetujui, maka akan tercipta pasar yang besar di harga Rp 200 juta - Rp 300 juta. Tentunya, ini akan membangkitkan gairah untuk membangun," kata Setyo.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuat pengembang kebingungan. Hal itu karena program rumah sejahtera susun yang tadinya diperuntukkan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kini malah membidik pangsa pasar kelas menengah.

Melihat lemahnya daya beli MBR, lanjut Ali, pemerintah sebaiknya mengantisipasi kondisi tidak terbelinya rumah sejahtera susun oleh MBR. Agar MBR yang sebagian besar kaum komuter ini semakin mampu meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas hidup, perlu pembangunan rumah sejahtera susun sewa.

"Mereka mungkin tidak bisa membeli, tapi bisa menyewa sehingga lebih produktif tinggal dan bekerja di perkotaan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau