Usia Tentukan Siklus Pebisnis Properti?

Kompas.com - 04/04/2012, 15:35 WIB

KOMPAS.com - Para pebisnis properti selalu mencari jenis keuntungan dan risiko berbeda pada tahapan usia yang berbeda pula. Siklus kehidupan mereka cenderung menggambarkan perubahan dalam hal tingkah laku, pilihan investasi, strategi investasi dan tingkat risiko seiring bertambahnya usia.

Pengamat properti Panangian Simanungkalit dalam bukunya "Rahasia Menjadi Miliarder Properti" mengungkapkan, ada tiga rentang usia yang menentukan siklus seorang pebisnis properti. Mereka adalah pebisnis muda di rentang usia 25-39 tahun, pebisnis paruh baya di usia 40-55 tahun, serta pebisnis di usia lanjut, yaitu 55 tahun ke atas.

Pebisnis muda

Umumnya adalah para investor atau pebisnis pemula memiliki modal dan pengalaman terbatas. Tetapi, mereka memiliki kapasitas energi dan pengambilan tingkat risiko lebih tinggi untuk mereguk keuntungan secara lebih cepat.

Investor muda biasanya mencari properti yang dapat disewakan. Umumnya, mereka membeli dengan pemakaian uang pinjaman optimal. Rumah tinggal merekalah yang biasanya dijadikan investasi pertama. Kemudian, bila modalnya sudah tercukup, mereka akan berinvestasi dengan beli rumah sewa atau apartemen tipe studio, lalu ruko, kios dan lainnya.

Biasanya, mereka menyusun portofolio investasi secara bertahap dan dalam jangka panjang. Lokasi investasi mereka masih sejenis, karena mereka menyadari kurangnya keahlian khusus dalam manajemen investasi.

Pebisnis paruh baya

Pebisnis paruh baya umumnya telah mencapai tingkat kemakmuran ekonomi. Mereka umumnya telah berinvestasi di bidang properti dengan mobilitas finansial lebih besar serta lebih siap. Mereka juga sudah lebih canggih menerapkan teknik pengelolaan finansial dalam investasi properti.

Kapasitas mereka mengambil risiko berada juga sudah pada titik tertinggi. Diversifikasi portofolio investasi memainkan peran dominan dalam strategi bisnis investasinya. Mereka yang telah sukses dalam tahap ini mulai terlibat dalam pembangunan properti komersial seperti ruko, rukan, hotel, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, serta kondominium.

Pebisnis usia lansia

Biasanya, pebisnis ini adalah mereka yang lebih bersikap konservatif memandang investasi properti. Investor jenis ini mulai takut menghadapi risiko karena tahun-tahun keemasannya telah berlalu. Mereka umumnya kurang mengejar keuntungan besar, risiko tinggi, serta akumulasi modal.

Mereka menyenangi investasi yang stabil untuk memperbesar penghasilan mereka nanti pada saat pensiun. Tingkat penghasilan mereka meningkat bila portofolio investasinya dialihkan ke dalam investasi dengan penghasilan stabil.

Sebaliknya, investor yang relatif tidak sukses membutuhkan penghasilan tambahan dari investasi pensiun mereka. Tak heran, perlahan mereka menjual properti untuk menambah penghasilan.

Seiring bertambah usia, kondisi fisik juga menurun. Maka, biasanya mereka mengalihkan tanggung jawab kepada orang yang lebih muda, misalnya anak atau orang muda lain yang lebih agresif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau