Mendikbud: RUU-PT Sangat Pro Rakyat

Kompas.com - 04/04/2012, 19:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh optimistis bila Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU-PT) dapat segera lahir dengan mengusung semangat membela rakyat. Hal itu ia buktikan dengan membuat draft RUU-PT yang mengatur tentang perluasan akses dan keterjangkauan biaya.

Nuh mengatakan, perluasan akses akan dibuktikan dengan mendirikan perguruan tinggi baru, khususnya di daerah terpencil. Ia menegaskan, RUU-PT akan mengatur minimal ada 1 perguruan tinggi atau institut negeri di setiap provinsi. "Ini terkait dengan pendidikan universal. Minimal satu PTN di setiap provinsi. Lalu, ada akademi komunitas, pendidikan jarak jauh untuk daerah terpencil, dan dibuka peluang siswa berkebutuhan khusus untuk bisa lanjut ke perguruan tinggi," kata Nuh, Rabu (4/4/2012) di Gedung Kemendikbud, Jakarta.

Setelah menjamin ketersediaan akses, Nuh mengatakan bahwa langkah selanjutnya adalah menyiapkan pendidikan tinggi yang terjangkau dari segi biaya. Langkah itu dimulai dengan menggratiskan biaya pendaftaran Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Mantan Rektor ITS itu menuturkan, biaya pendaftaran SNMPTN ditiadakan karena pihaknya tidak ingin membatasi kesempatan siswa khususnya dari keluarga miskin untuk masuk ke PTN.

"Saya optimistis RUU-PT ini baik karena sangat pro rakyat dan benar-benar fair. Sekolah kita dirikan banyak, akses diperkuat, biaya dibuat terjangkau. Satu paket dengan pendidikan universal," ujarnya.

Saat ini RUU-PT masih berada dalam tahap pembahasan final antara Kemendikbud dan Komisi X DPR. Awalnya RUU ini akan disahkan pada Selasa (3/4/2012) kemarin. Namun, lantaran terjadi tarik ulur di sejumlah pasal, khususnya yang terkait dengan tata kelola dan pembiayaan, akhirnya pengesahan RUU-PT diundur setidaknya sampai 10 April mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau