Nono: Gubernur Tak Cukup Bersih dan Jujur Saja

Kompas.com - 05/04/2012, 18:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin-Nono Sampono, menargetkan mampu membuat Jakarta aman dan tenteram dalam waktu setahun. Nono optimistis mampu mewujudkan janji itu dengan gaya kepemimpinan keduanya.

"Latar belakang saya militer dan Pak Alex pernah dua kali jadi bupati dan jadi Gubernur Sumatera Selatan. Pengalaman kami memimpin saya kira cukup untuk itu," kata Nono saat bertemu dengan jajaran redaksi Kompas dan Kompas.com, Senin (2/4/2012).

Ia pun mengatakan bahwa memimpin Jakarta diperlukan seorang pemimpin yang tidak hanya pintar, tetapi juga mampu memosisikan diri sebagai sahabat dan bapak. Pemimpin harus bisa mengayomi warganya, merasakan sakit penderitaannya, sekaligus bisa bersikap tegas manakala ada pelanggaran terjadi.

Secara tersirat, Nono menyindir gaya kepemimpinan pesaingnya yang menonjolkan karakter jujur, bersih, dan sederhana. "Memimpin Jakarta saya rasa tidak cukup kalau hanya jujur, bersih, dan sederhana. Kesederhanaan dan keluguan tak akan cukup mengatasi persoalan kota ini yang begitu banyak," kata Nono.

Mantan Komandan Paspampres ini mencontohkan dari kejahatan jalanan hingga terorisme terjadi di Jakarta. "Dulu Bang Yos juga pernah dilempar bom molotov di depan rumahnya. Jakarta itu sarang anarkisme, apa cukup dengan kesederhanaan? Kalau kami diberikan amanah, kami siap," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau