Kronologis Ledakan Elpiji di Kediri

Kompas.com - 06/04/2012, 12:11 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Ledakan keras yang terjadi di rumah Ernawati, Jalan Supersemar, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (6/4/2012) dini hari diduga kuat berasal dari gas elpiji yang bocor dan menyambar dispenser. Berikut kronologis ledakan tersebut. Saat kejadian yang terjadi sekitar pukul 02.00 wib tersebut, di rumah berdinding tembok yang menyatu dengan bekas bangunan showroom dan berada tepat disamping jalan itu dihuni empat orang anggota keluarga. Yaitu, Ernawati (30), serta dua anaknya masing-masing Kaka (4,5) serta Bintang (11), dan terakhir Rodiyah, ibu Ernawati. Suami Ernawati, Hanafi, sejak sekitar empat tahun lalu bekerja pada sebuah showroom diluar Jawa. Sementara Muhadi, suami Rodiyah, tengah bekerja menjadi seorang sopir bis jurusan Surabaya-Jogja.

" Saya ditelepon oleh Muhadi, katanya rumahnya meledak, lalu saya datang kesini sekitar jam 03.00 wib, ternyata sudah ramai orang," kata Purwanto, keponakan Ernawati.

Pada saat kejadian, Purwanto menuturkan, penghuni rumah dalam keadaan terlelap. Rodiyah yang terbangun karena merasakan ledakan, segera menyalakan listrik namun tak menyala. Setelah melihat banyak atap yang ambrol, ia bergegas mengajak anggota keluarga lainnya keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. "Semuanya berhasil menyelamatkan diri," lanjut Purwanto.

Adanya ledakan yang awalnya oleh masyarakat diduga ban meletus itu membuat tim penjinak bom dari Brimob Kompi C Polda Jatim sempat diturunkan di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. " Gas tabung 5 kg bocor lalu kena dispenser. Suara ledakan menjadi keras karena rumahnya tertutup rapat," kata Irjen Hadiatmoko, Kepala Polda Jawa Timur saat melihat langsung lokasi kejadian.

Akibat ledakan itu, tiga dari enam ruangan mengalami kerusakan. Kerusakan paling parah pada ruangan dapur yang salah satunya dinding temboknya ambrol. Hingga berita ini diturunkan, tim labfor masih melakukan pemeriksaan lokasi kejadian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau