Menyamar, Carla Bruni Bebas Naik Komuter

Kompas.com - 06/04/2012, 17:22 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Sebelum menjadi Nyonya Nicolas Sarkozy, Carla Bruni sudah menjadi orang terkenal. Selain menjadi supermodel kondang, Carla Bruni juga memiliki karier menyanyi yang cemerlang. Wajar bila dia menjadi incaran kaum paparazzi. Lebih-lebih setelah dia kini menjadi ibu negara Perancis.

Dikenal sebagai orang yang selalu menjaga privasi, Bruni tak risau jika harus melakukan kegiatan seperti warga biasa. Dia cukup mahir menyamar agar bisa membaur dengan orang lain tanpa dikenali. Dan itu sering dilakukannya.

Dalam wawancara dengan majalah Nouvel Observateur, Bruni mengatakan, "Menjadi terkenal tidak pernah membebani saya, dan saya bisa menyamar dalam arti sebenarnya maupun kiasan."

"Cukup dengan memakai wig, orang tidak akan mengenali saya di kereta api," ujarnya.

Bruni pun menceritakan salah satu "kisah sukses" penyamarannya. "Baru-baru ini tas saya digeledah di Museum Marine di Paris," katanya. Ternyata petugas keamanan itu tidak menyadari bahwa yang digeledahnya adalah istri presiden.

Carla Bruni memang bukan orang baru dalam soal samar-menyamar. Pada 2007, ketika dia mulai menjalin kasih dengan sang presiden, Sarkozy pernah memperingatkan bahwa menjadi pacarnya bukanlah hal mudah karena mereka akan selalu diburu paparazzi.

Ternyata Bruni yang saat itu sudah menjadi penyanyi terkenal memberi jawaban santai. Bruni dilaporkan menjawab, "Kalau berurusan dengan wartawan pemburu selebritas, Anda (Sarkozy) masih amatir."

"Affair saya dengan Mick (Jagger) menjadi rahasia selama delapan tahun. Kami bisa melanglang ke berbagai kota besar dunia dan tidak ada satu fotografer yang bisa mengenali kami," katanya.

"Apa resepmu?" tanya Sarkozy, seperti dikutip pakar periklanan Jacques Seguela dalam bukunya "Unauthorised Autobiography".

"Sederhana saja, saya mendandani (Mick Jagger) sesuai keinginan - dengan janggut atau kumis atau berewok palsu, model rambut yang paling aneh," jawab Bruni.

Asal tahu saja, saat disebut terlibat affair dengan Bruni, Mick Jagger masih berstatus suami dari supermodel lain, Jerry Hall.

"Lalu kamu mau mendandani aku seperti apa? Memakai baret dan membawa roti," cecar Sarkozy.

"Saya harus mencari ide lain yang lebih bagus," Bruni menjawab.

Pengakuan Bruni soal petualangannya muncul saat dia berusaha membantu suaminya menghapus citra "presiden untuk orang kaya". Bruni juga disebut-sebut berusaha menyelami kehidupan rakyat biasa dengan menonton opera sabun yang sedang terkenal dan mengenakan celana longgar dan tampil tanpa rias wajah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau