Hendardji: Tindak Oknum Pemerintah Pelaku Pungli!

Kompas.com - 07/04/2012, 09:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hendardji Soepandji, bakal calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, menegaskan akan menertibkan siapa pun yang melakukan pungutan liar di wilayah publik jika terpilih menjadi gubernur nantinya. Hal tersebut diungkapkan mantan Komandan Pusat Polisi Militer tersebut saat berkunjung ke Pasar Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (6/4/2012).

"Oh, itu harus ditertibkan. Pertama kali ada pembinaan, penyuluhan, mereka diberikan lapangan pekerjaan yang jelas, ada ruang bagi mereka diarahkan pada pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan profesi mereka," ujarnya.

Ia yakin oknum yang kerap melakukan pungli di area publik sejatinya tak diberikan pilihan lagi oleh pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Sementara mereka tetap membutuhkan pemasukan untuk hidup.

Namun, kata dia, jika cara-cara preventif seperti di atas tidak berhasil menumpas oknum tersebut, pria yang dikenal tegas ini tak segan-segan memberikan sanksi hukum bagi pelanggarnya, termasuk jika ditemukan oknum pejabat pemerintah daerah yang kongkalikong melakukan pungutan liar.

"Kalau langkah-langkah itu sudah dilakukan, tapi mereka masih saja melakukan pemerasan, hukum tentu akan berjalan. Reward dan punishment harus dilakukan, tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau