Tifatul: "Reshuffle" seperti Malaikat Pencabut Nyawa!

Kompas.com - 07/04/2012, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah isu reshuffle menimpa menteri-menteri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), politisi PKS, Tifatul Sembiring, mengaku tak gentar dan siap menghadapi isu perombakan tersebut jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang menghendaki dan memutuskannya. Ia mengaku pasrah lantaran itu adalah kewenangan mutlak seorang presiden.

"Saya enggak takut, karena itu murni hak prerogatif presiden," ujar Tifatul, Sabtu (7/4/2012), usai peluncuran buku biografi "Sepanjang Jalan Dakwah Tifatul Sembiring" di Jakarta.

Ia menegaskan, jalan hidup manusia sudah diatur Allah SWT sehingga manusia tinggal menjalaninya.

"Allah SWT sudah menetapkan saya jadi tukang parkir, penunggu sandal atau jadi menteri, itu Allah sudah tetapkan. Jadi, jalankan saja, buat apa ditakutkan," ujar Tifatul.

Menteri yang kerap gemar berpantun ini juga menganalogikan reshuffle layaknya malaikat pencabut nyawa.

"Siap tidak siap, itu seperti malaikat pencabut nyawa. Tidak perlu lagi dilihat harus bagaimana menghadapinya," ucap Tifatul.

Wacana reshuffle mengemuka tatkala PKS sebagai partai koalisi pendukung pemerintah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sikap itu dinilai melanggar kesepakatan koalisi tentang tata etika. Di dalam poin kelima kesepakatan koalisi, anggota koalisi yang tidak sepakat dengan kebijakan strategis pemerintah dianggap mengundurkan diri dari koalisi.

"Manakala parpol yang bersangkutan tidak mengundurkan diri, pada hakikatnya kebersamaannya dalam koalisi partai telah berakhir," demikian petikan poin kelima kesepakatan koalisi.

Akibatnya, tiga posisi menteri PKS, yakni Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Sosial, dan Menteri Pertanian terancam diganti. Namun, hingga kini Presiden Susilo Bambang Yudhono masih belum mengambil sikap terkait pro dan kontra sikap PKS dalam koalisi itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau