Bandara Yaman Ditutup Setelah Diserang

Kompas.com - 07/04/2012, 22:25 WIB

Pasukan Angkatan Udara Yaman pada Sabtu (7/4/2012) menyerang dan menutup bandar udara terbesar di ibukota, Sanaa, sebagai protes atas pemecatan komandan mereka.

Jenderal Mohammad Saleh al-Ahmar dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Udara pada hari Jumat.

"Tak ada satu pun pesawat yang lepas landas atau mendarat sejak pasukan ini mengeluarkan ancaman pada Jumat malam," kata seorang sumber Yaman yang dikutip kantor berita AFP.

Dia menambahkan pasukan mengepung bandar udara dan mereka adalah dari suku Hamdan yang mendukung mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah Yolanda Knell melaporkan penerbangan ke Sanaa untuk sementara dibatalkan atau dialihkan ke tempat lain.

Pasukan yang setia kepada Jenderal al-Ahmar dilaporkan memblokir jalan-jalan ke bandara.

Merombak militer

Jenderal Mohammad Saleh al-Ahmar merupakan orang dekat mantan presiden. Dia menolak mundur setelah diberhentikan oleh Presiden Abdrabuh Mansur Hadi.

Selain memberhentikan Jenderal al-Ahmar, presiden baru juga memecat sejumlah petinggi militer lainnya yang sebelumnya diangkat oleh pendahulunya.

Di antara yang dicopot adalah keponakan laki-laki Ali Abdullah Saleh, Jenderal Tarik Mohammed Abdullah Saleh yang menjabat sebagai kepala pasukan pengawal presiden.

Ali Abdullah Saleh mengundurkan diri Februari lalu menyusul protes massal menentang pemerintahannya. Dia berkuasa selama 33 tahun.

Berdasarkan kesepakatan peralihan kekuasaan, Presiden Abdrabuh Mansur Hadi harus merombak Angkatan Bersenjata Yaman.

Jumat lalu ratusan ribu warga Yaman mengikuti demonstrasi guna menuntut reformasi di tubuh militer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau