Alex Noerdin Traktir Warga Nasi Kapau

Kompas.com - 08/04/2012, 08:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Sabtu (7/4/2012) malam kemarin, jejeran lapak nasi kapau di Jalan Kramat Raya nomor 15, Jakarta Pusat sontak penuh hiruk-pikuk warga yang mengantre memesan nasi kapau khas Bukittinggi itu.

Padahal, beberapa hari sebelumnya, para pedagang mengaku sedang sepi-sepinya pengunjung sejak harga melambung akibat wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ada sekitar 100 warga yang berdesak-desakan di tiga lapak nasi kapau yakni nasi kapau Sabana Bana, Nasi Kapau Murni, dan Iyo Nasi Kapau yang terletak berdampingan.

Ramainya tiga lapak nasi kapau ini ternyata bukan tanpa sebab. Di tengah kerumunan massa, tampak dua bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yakni Alex Noerdin dan Nono Sampono. Merekalah yang mentraktir seluruh warga yang kala itu berdatangan ke lapak.

Alex Noerdin yang tampak kompak mengenakan pakaian kemeja putih bersama dengan pasangannya, Nono Sampono, ini tampak lahap menyantap tunjang dan usus. Sesekali mereka melayani permintaan warga untuk berfoto bersama.

Dalam kunjungan Alex dan Nono ini, tampak belasan tim sukses keduanya turut hadir termasuk keluarga Alex yang tinggal di Jakarta.

Ditemui usai kunjungannya itu, Alex mengaku tergoda makan di nasi kapau setelah berkunjung ke pasar kue subuh di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

"Kebetulan dekat dengan pasar kue subuh tadi dan saya lapar, kita langsung aja mampir ke nasi kapau ini," tutur Alex, Sabtu malam, di lokasi.

Ia mengaku memang gemar akan makanan khas Bukittingi. "Saya tadi makan gulai otak, tunjang, dan usus," tutur Gubernur Sumatera Selatan ini.

Menurut Alex, tidak hanya lapak nasi kapau yang akan didatangni tetapi ia juga berencana akan bersosialisasi ke pedagang-pedagang warteg sampai rumah makan Manado.

"Nanti kami juga akan ke warteg. Pasti nanti kita akan ke macam-macam tempat makan seperti restoran Manado, dan sebagainya," imbuh Alex.

Kedatangan Alex-Nono ini sontak membuat tiga pemilik lapak yang dipesan pasangan ini bergembira. Pasalnya, mereka mendapatkan untung berlipat.

Safrudin, pemilik Iyo Nasi Kapau, misalnya. Dia mengaku meraup untung tujuh kali lipat jika dibandingkan hari biasa. Ia yang biasa berdagang dari sore hingga pukul 02.00 itu pun bisa tutup lebih awal lantaran dagangannya ludes diserbu warga yang tiba-tiba datang lantaran tahu ada makan gratis itu.

"Padahal akhir-akhir ini sepi karena harga pada naik, saya kurangi porsinya. Ternyata, Alex Noerdin jadi datang. Saya kira batal. Yah, langsung habis," aku Safrudin.

Safrudin mengaku sudah diberitahu pengelola sejak sepekan lalu. Namun, Safrudin tak terlalu yakin pasangan ini akan datang lantaran statusnya masih sebatas bakal calon gubernur.

"Kalau sudah calon, ada nomor urutnya itu kan sudah pasti. Kalau yang sekarang belum ada, saya juga ragu-ragu nambah porsi makanya saya kurangi eh ternyata jadi datang beneran," ucap pria yang sudah sejak tahun 1982 itu berjualan nasi kapau di Jalan Kramat.

Usai menyantap makan malam, Alex-Nono beserta timnya langsung meninggalkan lokasi. Sekitar seratus warga yang tadinya penuh di lapak nasi kapau juga langsung bubar.

Sayangnya, traktiran nasi kapau ini hanya berlaku saat Alex-Nono hadir. "Pas mereka pulang sih, yah balik ditarikin biaya. Kan sudah enggak ada Pak Alex-Nono, jadi mulai sekarang sudah bayar lagi," imbuh Reno, salah seorang penjaga di Nasi Kapau Murni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau