Pesawat Trigana yang Ditembak, Akhirnya Tabrak Gudang

Kompas.com - 08/04/2012, 11:45 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com -  Sebuah pesawat ringan jenis Twin Otter dengan nomor registrasi PK-YRF, Minggu (8/4/2012) pagi ditembaki orang tak dikenal saat hendak mendarat di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Meskipun pesawat yang dioperasikan oleh Trigana Air Service itu dapat didaratkan oleh pilot Beby Astek (40) namun karena tidak sempurna akhirnya menabrak sebuah gudang di pinggir bandara itu.

Ketika dihubungi, Kepala Bidang Humas Polda Papua AKBP Johannes Nugroho Wicaksono membenarkan berita tersebut. Akibat penembakan itu, ungkap Johannes, seorang penumpang pesawat bernama Leiron Kogoya (35) tewas terkena tembakan.

Sebutir peluru menembus leher bagian kanan Leiron Kogoya. Tembakan itu juga melukai Pilot Beby Astek. Ia terkena serpihan peluru pada mata kaki kiri. Co pilo Willy Resubun (30) juga terkena serpihan peluru pada jari tangan kanan. Tembakan juga melukai penumpang lainnya yaitu Yanti (30) dan P Korwa (4).

Korban saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Mulia. Pasukan dari TNI dan Polri menurut AKBP Johannes Nugroho Wicaksono tengah mengejar pelaku penembakan itu.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau