Ini Dia Cagub Idaman Warga Jakarta

Kompas.com - 08/04/2012, 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta akan berlangsung pada Juli 2012. Para calon pun sudah bersiap meraih suara warga Jakarta.

Sebenarnya, seperti apa sosok calon gubernur dan wakil gubernur yang diinginkan warga Jakarta?

Menurut penelitian Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Cagub-Cawagub idaman adalah yang mampu menyelesaikan masalah besar bagi Jakarta yaitu banjir, macet dan sampah.

"Siapapun yang bisa atasi tiga masalah besar ini potensial dipilih oleh warga Jakarta," kata Peneliti Senior dari Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Totok Izul Fattah, di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta, Minggu (8/4/2012).

Sebanyak 65,3 persen warga Jakarta menganggap bahwa masalah banjir, sampah dan macet harus segera diatasi.

Sementara masalah lain seperti masalah ormas dan lain-lain hanya 18,9 persen saja. Sisanya sebanyak 15,8 persen tidak menjawab masalah apa yang harus segera diselesaikan.

Meski sebagian besar warga Jakarta kurang puas dengan kinerja incumbent Fauzi Bowo dalam menyelesaikan masalah besar Jakarta, nama incumbent tetap dipercaya lebih mampu untuk mengatasi tiga masalah besar ini dibanding pesaingnya.

Berdasarkan survei, sebanyak 57,3 persen kurang puas dengan penyelesaian masalah macet oleh incumbent. Kemudian 43,7 persen masih kurang puas dengan solusi masalah banjir dan sisanya 41,6 persen kurang puas dengan penanganan masalah sampah.

"Tapi 38,2 persen masih menganggap incumbent mampu atasi masalah besar ini dibanding yang lain," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau