Rumah Tipe 36 Wajib Pakai Lampu Tenaga Surya

Kompas.com - 09/04/2012, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Rakyak (Menpera) Djan Faridz meminta para pengembang perumahan menggunakan lampu hemat energi bertenaga surya. Kewajiban ini terutama diperuntukan untuk pengembang perumahan tipe 36 meter persegi yang diprogramkan oleh Kemenpera.

"Kemenpera nantinya akan mengeluarkan Peraturan Menteri terkait penghematan energi untuk rumah tipe 36. Pengembang perumahan nanti wajib menggunakan lampu hemat energi tenaga surya," kata Djan Faridz di Jakarta, Senin (9/4/2012).

Djan mengatakan, masyarakat dapat memanfaatkan lampu dengan menggunakan lampu bertenaga surya. Selain itu, energi tenaga surya ini bisa dimanfaatkan untuk penerangan jalan.

"Sementara PLN nanti dijadikan pendukung jika ada masalah dengan solar cell," ujarnya.

Menpera mengatakan, keberadaan lampu hemat energi ini telah banyak tersedia di pasaran meskipun penggunaannya belum disosialisasikan secara nasional. Ia menilai, apabila penggunaan lampu hemat energi ini bisa dilaksanakan, maka akan dapat membantu pemerintah dalam upaya penghematan energi listrik.

Djan Faridz mengatakan, untuk tujuan tersebut pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Dalam Negeri. Program ini, lanjutnya, tak hanya berhenti pada rumah tipe 36 saja, namun juga akan diwajibkan bagi pengembang yang membangun rumah susun dan apartemen.

Menpera mengaku yakin, beralih menggunakan lampu hemat energi tidak akan mempengaruhi harga rumah. Menurutnya, harga lampu tidak akan mahal karena akan diproduksi di dalam negeri.

"Kami sedang melakukan studi tentang harga lampu hemat energi ini dan berusaha agar harganya semurah mungkin," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau