Pasca-Penembakan Trigana, Kondisi Mulia Membaik

Kompas.com - 09/04/2012, 16:33 WIB

MULIA, KOMPAS.com — Kondisi keamanan Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (9/4/2012), berangsur membaik pasca-insiden penembakan pesawat perintis milik Trigana Air, Minggu kemarin. Warga telah memadati pasar kota yang terletak tak jauh dari Bandara Mulia.

Bahkan, pagi itu tampak iring-iringan pendukung Hanock Ibo, Wakil Bupati Puncak Jaya, yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah di Puncak Jaya. Ditemui di Bandara Mulia, Kepala Polres Mulia Ajun Komisaris Besar Alex Korwa mengatakan, kondisi Mulia terkendali.

Polisi terus berjaga-jaga dengan persenjataan lengkap di sudut-sudut bandara itu. Bahkan, anggota TNI pun turut membantu mengamankan bandara itu. Beberapa personel tampak berjaga-jaga di dalam menara kontrol Bandara Mulia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat perintis milik Trigana Air dengan nomor registrasi PK-YRF ditembaki oleh orang tak dikenal sesaat setelah mendarat di Bandara Mulia. Akibat tembakan itu, seorang penumpang tewas, sedangkan pilot dan kopilot serta beberapa penumpang terluka.

Pilot, walaupun dalam kondisi terluka, berhasil mengendalikan pesawat di landasan, meskipun akhirnya menabrak sebuah gudang di samping ruang tunggu bandara.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau