BANDUNG, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, mengaku kecewa dengan munculnya calon gubernur dari kalangan artis. Pendekatan popularitas bukanlah jawaban dari masalah yang dihadapi Jawa Barat saat ini.
"Dan yang paling penting, seharusnya partai politik tidak alergi untuk menarik orang Jabar yang ada di Jakarta. Kalau perlu, menggaet orang dari luar Jabar," kata Asep yang dihubungi Senin (9/4/2012).
Asep mencontohkan Pilgub DKI yang tidak lagi diikuti calon bermodal tampang semata. Yang ada justru para calon yang punya kompetensi, seperti Alex Noerdin, Faisal Basri, Hidayat Nur Wahid, ataupun Joko Widodo.
Padahal, lanjutnya, masalah yang dihadapi Jabar jauh lebih kompleks. Mulai dengan populasi 43 juta jiwa hingga isu pembangunan Jabar selatan, ataupun isu lingkungan seperti kehutanan ataupun pertambangan.
Parpol di Jabar juga dinilai pasif ataupun lamban oleh Asep. Bukannya aktif mencari calon yang dianggap figur terbaik, parpol lebih suka menunggu orang datang mendaftar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang