Hidayat-Didik Paling Lama Jalani Tes Kesehatan

Kompas.com - 09/04/2012, 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, menjalani tes kesehatan paling lama di RSPAD Gatot Soebroto dibandingkan dengan pasangan calon yang lain. Pasangan ini masuk pada pukul 09.30 dan keluar pada pukul 17.00.

"Prosesnya standar saja. Secara fisik sudah diperiksa. Sejauh yang kami rasakan lancar-ancar saja sebagaimana biasanya," kata Hidayat saat dijumpai di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (9/4/2012).

Hidayat menuturkan, kegiatan pemeriksaan fisik dan wawancara sudah maksimal dilakukan. Bahkan, ia mengungkapkan, dari segi pemeriksaan fisik tidak ada masalah sama sekali pada dirinya dan pasangannya. "Tadi ada dua pertanyaan saya tidak menjawab. Pertanyaan kalau saya minum alkohol maka saya marah-marah dan membanting gelas. Itu tidak saya jawab karena memang saya tidak minum alkohol. Jadi itu saja," ujarnya.

Sementara Didik J Rachbini mengungkapkan, pemeriksaan terhadapnya lebih memakan waktu daripada pasangannya. Hal ini lantaran dirinya pernah mengalami cedera pinggang sewaktu bermain tenis. "Pak Hidayat menunggu saya. Pernah waktu main tenis keseleo pinggang, tapi minor saja," ujar Didik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau