BPLS Bantah Klaim Djaja Laksana

Kompas.com - 09/04/2012, 21:33 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) membantah bahwa penanganan semburan lumpur yang dipakainya selama ini menggunakan cara-cara yang dipatenkan Djaja Laksana. Cara yang dipakai BPLS selama ini adalah murni konsep dari tim ahli BPLS.

Humas BPLS Ahmad Kusairi mengatakan, pembangunan tanggul tinggi yang mengitari pusat semburan dibuat pasca pengalihan wewenang penanganan dari Timnas ke BPLS pada 2007. ''Cara penanganan semburan saat itu adalah hasil koordinasi deputi infrastruktur BPLS di bawah pimpinan Ir Karyadi,'' kata Kusairi ketika dikonfirmasi, Senin sore (9/4/2012).

Saat itu, menurut Kusairi, BPLS memutuskan membangun tiga kolam besar di area peta terdampak dengan ketinggian 11 meter mengitari kolam utama pusat semburan. ''Kolam kecil yang dibangun Timnas sering jebol, karena itu BPLS akhirnya membuat 3 kolam besar mengitari pusat semburan,'' ujarnya.

Pihaknya mempersilahkan siapa saja yang mengklaim bahwa konsep penanganan luapan lumpur Sidoarjo adalah miliknya, karena BPLS memiliki bukti-bukti konkret tentang konsep penanganan itu. ''Apa yang diklaim oleh Djaja Laksana itu adalah masalah hukum, kami juga akan menanggapinya dengan pendekatan hukum,'' tambahnya.

Sebelumnya, alumni ITS jurusan Teknik Mesin, Djaja Laksana menuding BPLS menjiplak penanganan semburan lumpur miliknya yang sudah dipatenkan pada 10 Februari lalu dengan nomor ID P0025035 tentang Metode Penghentian Semburan Lumpur.

Djaja Laksana menggunakan pendekatan teori Bernoulli untuk menghentikan semburan lumpur. Teori tersebut dipercaya mampu mengukur tingkat permukaan semburan melalui pipa dalam tinggi tertentu atau Total Head. Pada ketinggian pipa tertentu, semburan pasti berhenti, karena tekanan dari atas sudah sama dengan tekanan dari bawah. Tim kuasa hukum Djaja Laksana mengancam akan menempuh jalur hukum, jika Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tidak segera mengakui metode penanganan lumpur Sidoarjo adalah milik Djaja Laksana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau