Hanya 2 Persen Perempuan yang Merawat Gigi!

Kompas.com - 09/04/2012, 23:53 WIB

KOMPAS.com - Sebagai bagian dari tubuh yang tidak terlihat secara langsung, kebersihan gigi dan mulut seringkali diabaikan dari ritual kecantikan. Sebagian besar perempuan lebih sering fokus untuk memperhatikan bagian tubuh yang lebih terlihat untuk dirawat, yaitu kulit wajah, rambut, dan tubuh.

"Padahal gigi juga merupakan salah satu bagian penting yang menambah kecantikan seseorang melalui senyuman," beber Felicia Julian, Oral Care Marketing Manager PT Unilever Indonesia, di St. Regis Resort and Spa, Bali, beberapa waktu lalu.

Senyuman indah yang dipancarkan melalui gigi yang sehat dan putih terbukti mampu menyempurnakan kecantikan seseorang dengan instan. Keuntungan yang didapatkan dengan memiliki gigi yang putih antara lain membuat penampilan semakin menarik, kepercayaan diri meningkat, bahkan bisa membuat Anda mendapatkan pekerjaan idaman.

Dari survei yang dilakukan oleh Unilever ditemukan bahwa sekitar sekitar 99,7 persen orang percaya bahwa senyum indah merupakan aset yang sangat penting dalam bersosialisasi. "Pergaulan sekarang ini sudah menjadi gaya hidup dan tren tersendiri, dan dalam bergaul membutuhkan banyak senyum manis dan penampilan yang menarik," beber Felicia.

Selain itu, sekitar 77,9 persen orang yang disurvei mengaku bahwa senyuman juga bisa mempengaruhi karier seseorang. Felicia menambahkan, tak bisa dipungkiri jika sekarang ini penampilan menarik juga menjadi salah satu syarat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, terutama dalam bidang tertentu yang mengutamakan penampilan seperti model, pemain film, dan lainnya.

Sayangnya, pentingnya memiliki gigi yang sehat dan putih baru sebatas diketahui, dan namun belum banyak diupayakan. Pada kenyataannya, sampai saat ini hanya dua persen orang yang sadar akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut, serta melakukan perawatan secara rutin.

Ada banyak faktor yang membuat para perempuan mengabaikan perawatan gigi dan mulut, antara lain anggapan mengenai biaya yang cukup mahal untuk perawatan gigi, seperti pemutihan gigi, atau perawatan orthodontic (kawat gigi). Padahal, banyak cara mudah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan gigi putih dan seha.

"Yaitu dengan menggosok gigi setiap hari, dan mengurangi konsumsi berbagai makanan serta minuman yang bisa membuat gigi berubah warna, seperti kopi, teh, soda, dan lainnya," saran drg Ratu Mira Afifa, dalam acara yang sama.

Untuk Anda yang gemar mengonsumsi minuman "berwarna" tersebut, ada baiknya lebih sering menggosok gigi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau