Laporan Pekerjaan AS Rontokkan Wall Street

Kompas.com - 10/04/2012, 07:51 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Wall Street anjlok pada Senin  (9/4/2012) waktu setempat (Selasa pagi WIB), setelah laporan pekerjaan AS minggu lalu mengecewakan, menunjukkan perlambatan dalam perekrutan yang menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan pemulihan ekonomi.
    
Indeks Dow Jones Industrial Average turun satu persen, karena Wall Street mendapat kesempatan pertama untuk bereaksi terhadap data tenaga kerja pemerintah, yang dirilis ketika pasar AS tutup untuk perasaam Jumat Agung (Paskah). Indeks Dow mengakhiri sesi di 12.929,59, turun 130,55 poin.

Indeks S&P 500 menyusut 15,88 poin (1,14 persen) menjadi 1.382,20, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 33,42 poin (1,08 persen) menjadi 3.047,08.

Aksi  jual tesebut, menurut  Dick Green dari Briefing.com, "dapat dimengerti" setelah pemerintah melaporkan ekonomi menciptakan sedikit 120.000 pekerjaan pada Maret, jauh di bawah perkiraan analis 200.000. "Itu memang mengecewakan dan sementara kenaikannya masih kuat, mengurangi  yang mendasari optimisme terhadap prospek ekonomi yang telah dibuat tiga bulan berturut-turut sebelumnya lebih dari 200.000 pekerjaan," katanya.

Laporan lemah pekerjaan AS meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin belum harus menerapkan stimulus baru untuk mendorong pertumbuhan."Pasar mungkin meningkatkan ekspektasi pelonggaran kuantitatif tambahan oleh The Fed, tetapi kami percaya bahwa kemungkinan besar kurang dari 50 persen," kata Ryan Sweet dari Moody Analytics.

Saham Bank of America merosot 3,3 persen, Morgan Stanley (2,2 persen), Citigroup (2,4 persen) dan JPMorgan Chase (1,0 persen).

Saham lAOL meroket 43,3 persen menjadi 26,40 dolar setelah pelopor internet yang kesulitan itu  mengumumkan akan menjual lebih dari 800 paten kepada Microsoft dalam kesepakatan 1,06 miliar dollar AS. Sementara saham Microsoft turun 1,3 persen.

Dalam berita perusahaan lain, raksasa telekomunikasi AT & T mengatakan pihaknya menjual unit Yellow Page-nya yang disebut YP Holdings LLC kepada perusahaan ekuitas Cerberus dalam sebuah kesepakatan senilai 950 juta dollar AS. Saham AT&T tergelincir 1 persen.

Sementara penjual produk kecantikan door to door Avon kehilangan 3,1 persen setelah mengumumkan chief executive baru, Sherilyn McCoy, dari Johnson & Johnson.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau