NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Wall Street anjlok pada Senin (9/4/2012) waktu setempat (Selasa pagi WIB), setelah laporan pekerjaan AS minggu lalu mengecewakan, menunjukkan perlambatan dalam perekrutan yang menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan pemulihan ekonomi.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun satu persen, karena Wall Street mendapat kesempatan pertama untuk bereaksi terhadap data tenaga kerja pemerintah, yang dirilis ketika pasar AS tutup untuk perasaam Jumat Agung (Paskah). Indeks Dow mengakhiri sesi di 12.929,59, turun 130,55 poin.
Indeks S&P 500 menyusut 15,88 poin (1,14 persen) menjadi 1.382,20, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 33,42 poin (1,08 persen) menjadi 3.047,08.
Aksi jual tesebut, menurut Dick Green dari Briefing.com, "dapat dimengerti" setelah pemerintah melaporkan ekonomi menciptakan sedikit 120.000 pekerjaan pada Maret, jauh di bawah perkiraan analis 200.000. "Itu memang mengecewakan dan sementara kenaikannya masih kuat, mengurangi yang mendasari optimisme terhadap prospek ekonomi yang telah dibuat tiga bulan berturut-turut sebelumnya lebih dari 200.000 pekerjaan," katanya.
Laporan lemah pekerjaan AS meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin belum harus menerapkan stimulus baru untuk mendorong pertumbuhan."Pasar mungkin meningkatkan ekspektasi pelonggaran kuantitatif tambahan oleh The Fed, tetapi kami percaya bahwa kemungkinan besar kurang dari 50 persen," kata Ryan Sweet dari Moody Analytics.
Saham Bank of America merosot 3,3 persen, Morgan Stanley (2,2 persen), Citigroup (2,4 persen) dan JPMorgan Chase (1,0 persen).
Saham lAOL meroket 43,3 persen menjadi 26,40 dolar setelah pelopor internet yang kesulitan itu mengumumkan akan menjual lebih dari 800 paten kepada Microsoft dalam kesepakatan 1,06 miliar dollar AS. Sementara saham Microsoft turun 1,3 persen.
Dalam berita perusahaan lain, raksasa telekomunikasi AT & T mengatakan pihaknya menjual unit Yellow Page-nya yang disebut YP Holdings LLC kepada perusahaan ekuitas Cerberus dalam sebuah kesepakatan senilai 950 juta dollar AS. Saham AT&T tergelincir 1 persen.
Sementara penjual produk kecantikan door to door Avon kehilangan 3,1 persen setelah mengumumkan chief executive baru, Sherilyn McCoy, dari Johnson & Johnson.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang