Menggoda di Facebook, Nyawa Pun Melayang

Kompas.com - 10/04/2012, 10:05 WIB

TAIPEH, KOMPAS.com — Seorang suami di Taiwan terbakar api cemburu saat menemukan pesan menggoda dari pria lain di akun Facebook istrinya. Suami yang kalap tersebut kemudian memukuli pria penulis pesan itu dengan tongkat bisbol hingga tewas.

Sang suami, Chou You-huang, yakin orang itu tidak hanya menggoda istrinya, tetapi berharap untuk melakukan hubungan lebih lanjut.

Sesungguhnya, istri Chou yang memulai gara-gara. Ia menulis status begini di Facebook, "Saya menginginkan McDonald’s! Pria baik hati siapakah yang akan membawa saya ke sana?"

Chuang Shih-chang (40) kemudian menanggapi status itu dengan menulis, "Saya akan tiba di rumahmu," lapor China Post seperti dikutip Mail Online, Senin (9/4/2012).
 
Chou (34) dari Taiwan selatan merasa ngeri ketika ia membaca pesan itu. Ia lalu memutuskan menangani masalah itu sendiri. Dia mengontak Chuang dan berjanji bertemu dia di luar sebuah restoran.

Ketika teman di Facebook itu tiba, Chuang terkejut menemukan bahwa dirinya dihadapkan tidak hanya dengan sang suami perempuan itu, tetapi juga dengan dua temannya dan semuanya memegang tongkat bisbol. Mereka memukulinya dengan ganas sebelum kemudian pergi dan meninggalkan Chuang tergeletak di trotoar.

Mereka ternyata menelepon layanan darurat dan mengatakan bahwa mereka baru saja melihat seorang pria terbaring di tanah.

Chou mengatakan kepada polisi kemudian bahwa dia dan teman-temannya tidak percaya korban menderita luka yang mengancam jiwa. Namun, pada kenyatannya, korban memang menderita luka parah. Chuang ditemukan tewas.

Polisi pun menangkap suami pencemburu itu dan teman-temannya. Mereka akan didakwa atas tuduhan pembunuhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau