Trailer 'Devil May Cry' Bocor, Dante jadi "Teroris"?

Kompas.com - 11/04/2012, 09:41 WIB

KOMPAS.com - Sebuah trailer berdurasi dua menit diduga menjadi bocoran dari gameplay terbaru dari franchise Dante sang pembasmi iblis yang sedang digarap Capcom dengan Ninja Theory muncul di YouTube.

Dari video tersebut terlihat hanya permainan pedang berpadu desingan peluru yang tersisa dari game terbaru ini, karakter Dante yang sudah lama akrab pun dirombak total.

Di awal video tersebut, memang terdapat tulisan bahwa gambar tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum tentu dikemas seperti itu. Namun setidaknya bisa menjadi sedikit petunjuk mengenai game Devil May Cry (DMC) yang sedang dipersiapkan Capcom untuk penggemarnya.

Perbedaan antara DMC versi baru segera terasa sejak video dimulai dengan tokoh yang berbicara di sebuah acara televisi mengenai ancaman teroris. Dia pun menyebut orang yang paling berbahaya dari kelompok itu bernama Dante, yang diduga memiliki masalah dengan kekerasan fisik dan penyimpangan seksual.

Pada saat itu, tokoh Dante yang baru diperkenalkan, masih dengan badan yang tidak kekar tapi wajah lebih muda dan yang pasti dengan gaya rambut yang berbeda.

Dalam seri-seri DMC sebelumnya, karakter Dante berambut perak dan lebat sedangkan dalam trailer ini berwarna hitam dengan tepi kanan dan kiri dipangkas tipis sehingga menyerupai mohawk. Di punggungnya terdapat sebuah tato dan diperlihatkan sempat bersinar meski belum diketahui makna di baliknya.

Tidak begitu lama hingga kita bisa menyaksikan bagaimana gameplay DMC yang terbaru ini setelah menyaksikan Dante dengan gaya yang khas menghajar monster secara bergantian dengan pedang serta sepasang pistol.

Latar belakang selama permainan berlangsung didominasi warna merah, belum jelas apakah hal itu bakal bertahan sepanjang permainan atau hanya tingkatan tertentu saja.

Sedikit petunjuk mengenai jalinan cerita sedikit tersibak dalam video trailer tersebut, salah satu alasan Dante disebut teroris karena dia bertarung monster yang tidak terlihat oleh mata kebanyakan manusia.

Hal itu terlihat dalam video sewaktu ada monster raksasa yang mendorong sebuah komidi putar tapi dalam tayangan televisi tidak terlihat.

Dari gerakan Dante sewaktu mengayunkan pedang maupun berakrobat menghajar monster di darat maupun di udara, DMC versi baru ini menjanjikan nafas segar bagi pemain game ini seri sebelumnya.

Namun, belum jelas apakah semua bisa menerima karakter Dante yang dipermak menjadi berbeda jauh seperti ini.

Devil May Cry pertama kali dirilis untuk konsol Sony Playstation 2 pada tahun 2001. Permainan yang semula dipersiapkan untuk sekuel game Resident Evil ini ternyata memiliki ciri khas sendiri dengan aksi bertempo cepat dengan permainan pedang dan pistol. 

Setelah seri ketiga, Dante akhirnya hijrah ke konsol generasi selanjutnya yakni Sony Playstation 3 dan Xbox 360 pada tahun 2008. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau