Jakarta, Kompas -
Dalam sidang kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (11/4), Miranda disebut sering datang ke rumah Nunun.
Saksi Rietje Selamet, pengusaha katering yang menjadi langganan Nunun, menuturkan, Miranda selalu datang setiap istri mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun itu mengadakan acara. ”Suka lihat Ibu Miranda kalau ada kegiatan-kegiatan,” kata Rietje.
Saat pengacara Nunun, Mulya Harja, bertanya bagaimana keakraban Miranda dengan kliennya itu, Rietje mengatakan cukup akrab. ”Suka cipika cipiki (cium pipi kanan dan kiri),” katanya.
Saksi Lini Suparni, kepala pengurus rumah tangga Nunun, mengatakan, Miranda pernah datang ke rumah majikannya awal 2004 atau sebelum pemilihan Deputi Gubernur Senior BI.
Lini menyebutkan, Nunun dan Miranda pernah mengadakan pembicaraan yang cukup lama di perpustakaan. Lini mengaku tak tahu apa yang mereka bicarakan.
Sopir pribadi Nunun, Samid, mengatakan hal serupa. Menurut Samid, Miranda sering datang ke rumah majikannya di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Bahkan, karena sering datang ke rumah Nunun, Samid mengaku mengenal sopir pribadi Miranda yang sering mengantar majikannya itu.
Keterangan ketiga saksi tersebut menegaskan keterangan Nunun dalam persidangan sebelumnya yang menyatakan dia sangat akrab dan menganggap Miranda selayaknya kerabat.
Nunun saat itu bersumpah, Miranda menelepon dirinya untuk diperkenalkan dengan sejumlah anggota DPR. Tujuannya, agar diloloskan dalam uji kelayakan dan kepatutan sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
Pada persidangan yang sama, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mengorek keterangan saksi ihwal sosok perempuan bernama Indah. Saat ditanya jaksa apakah mengenal Indah, Samid menjawab kenal. ”Dia HRD PT Wahana Esa,” ujar Samid.
PT Wahana Esa Sembada adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Nunun.