Suriah Umumkan Akan Hentikan Operasi Militer

Kompas.com - 12/04/2012, 08:05 WIB

Suriah sudah mengumumkan bahwa tentaranya akan menghentikan semua operasi pada Kamis 12 April 2012. Pengumuman disampaikan oleh siaran TV pemerintah Suriah yang mengutip seorang pejabat Kementrian Pertahanan yang tidak disebutkan namanya.

"Sudah diputuskan untuk menghentikan operasi (militer) mulai Kamis pagi," begitulah pernyataan yang disiarkan oleh TV Suriah.

Ditambahkan bahwa keputusan diambil setelah pasukan pemerintah berhasil menyelesaikan operasi untuk memberantas 'tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok teroris' dan berhasil menegakkan hukum negara di wilayahnya.

Bagaimanapun Damaskus mengatakan angkatan bersenjata akan tetap bersiaga untuk melawan semua serangan yang dilancarkan 'kelompok teroris' terhadap penduduk sipil, aparat keamanan, angkatan bersenjata, maupun bangunan umum atau pribadi.

Jaminan Menlu Suriah

Sebelumnya utusan Liga Arab dan PBB, Kofi Annan, mengatakan dia sudah mendapat pemberitahuan penghentian operasi militer di seluruh Suriah pada Kamis pukul 06.00 waktu setempat. Menurut Annan, surat pemberitahuan tertulis diterimanya dari Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem.

Annan juga sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, untuk mengggalang dukungan atas usulan damai yang dibawanya.

Selepas pertemuan dengan Ali Akbar Salehi, Annan mengatakan kepada para wartawan bahwa kawasan Timur Tengah 'tidak mampu lagi menerima kejutan lain' dan memperingatkan salah perhitungan atau kesalahan di Suriah bisa memiliki konsekuensi yang tidak bisa dibayangkan.

"Jika semua orang menghormatinya, saya kira pada pukul enam pagi Kamis kita akan menyaksikan kondisi yang membaik di lapangan," tambahnya.

Iran merupakan salah satu sekutu utama pemerintah Damaskus namun Ali Akbar Salehi mengatakan selama usulan damai diteruskan sebagai pendekatan, maka Irak akan mendukungnya.

Kekerasan terbaru

Sementara laporan-laporan di lapangan menyebutkan serangan pasukan pemerintah masih berlangsung hingga Rabu (11/04) di kota Homs. Kelompok Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah yang bermarkas di London mengatakan bahwa militer melancarkan serangan meriam di kota Homs. Serangan juga dilaporkan terjadi di Provinsi Deera.

"Tentara mengeksploitir gencatan senjata untuk menahan lebih banyak pembangkang dan aparat keamanan membakari rumah-rumah," kata seorang pegiat, Omar al-Hariri, kepada kantror berita Reuters.

Mereka menyebutkan sedikitnya 11 orang tewas dalam serangan di Homs dan beberapa tempat lain namun hal tersebut tidak bisa dikukuhkan karena pembatasan peliputan oleh wartawan independen di Suriah.

PBB memperkirakan sejak unjuk rasa antipemerintah marak di Suriah lebih dari setahun lalu, sekitar 9.000 orang tewas. Sekitar 24.5000 warga Suriah mengungsi ke kawasan Turki dan sekitar 10.000 ke Libanon sementara 7.000 menyelamatkan diri dari kekerasan ke wilayah Yordania.

Enam usulan Annan

   1. Digelar sebuah proses politik untuk menyerap aspirasi warga Suriah.
   2. PBB mengawasi penghentian kekerasan dalam semua bentuk oleh semua pihak.
   3. Semua pihak menjamin bantuan kemanusiaan ke semua kawasan yang terkena dampak kekerasan dan menerapkan jeda kemanusiaan selama dua jam setiap harinya.
   4. Pihak berwenang akan meningkatkan skala pembebasan dari penahanan yang sewenang-wenang.
   5. Pihak berwenang menjamin kebebasan bergerak di seluruh negara untuk para wartawan.
   6. Pihak berwenang menghormati kebebasan berserikat dan hak untuk melakukan unjuk rasa secara damai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau