Penata Rambut Dilarang Pakai "High Heels"

Kompas.com - 12/04/2012, 09:52 WIB

KOMPAS.com - Penata rambut di salon-salon ternama biasanya juga berdandan cantik untuk mengesankan profesionalisme. Namun kini para penata rambut tak boleh lagi mengenakan high heels, cincin kawin, atau jam tangan, saat bekerja. Mereka diminta memakai sepatu dengan sol antiselip, berpakaian dengan pantas, dan tidak mengenakan perhiasan karena kulit jadi berpotensi terkena penyakit akibat kelembaban atau terpapar bahan kimia. 

Ini baru sebagian saja dari rancangan kebijakan di Uni Eropa yang diajukan untuk alasan kesehatan dan keamanan. Para hairdresser juga diminta untuk tidak menggunting rambut terlalu banyak dalam sehari, untuk mencegah keterpurukan secara emosional. Namun, penata rambut didorong untuk bergosip di tempat kerja untuk mendukung kesejahteraan mental.

"Kami menyadari bahwa dialog sosial yang efektif di tempat kerja akan memberikan kontribusi penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi tingkat kesehatan dan kesejahteraan mental yang tinggi," begitu bunyi salah satu klausul dalam proposal kebijakan ini.

Rencananya, perjanjian ini ditandatangani bulan ini oleh EU Coiffure (kelompok pemilik salon di Eropa), dan UNI Europa Hair & Beauty yang merupakan partner sosial dari European Commission. Selanjutnya proposal akan dikirimkan ke Brussels, Belgia, untuk menjadi peraturan di Uni Eropa yang langsung mengikat 27 negara yang termasuk di dalamnya.

Namun, rancangan kebijakan ini rupanya tidak disetujui oleh pihak lain. National Hairdressers’ Federation memeringatkan bahwa rencana ini hanya akan menghabiskan biaya, waktu, dan birokrasi. 

"Seharusnya kita ini menciptakan lapangan kerja, bukan membunuhnya. Kebodohan semacam ini harus dihentikan. Ini tidak masuk akal, dan saya akan melakukan apa saja untuk menghentikannya," tegas Chris Grayling, Menteri Tenaga Kerja di Inggris.

Sementara itu, kalangan penata rambut yang langsung berhadapan dengan pelanggan tak kalah sengitnya. Nicole Kahlani, yang bekerja di salon ternama Bleach di London mengatakan, "Perubahan ini akan memberikan pengaruh sangat besar bagi kami. Bagaimana penampilan kami itu penting, kami tidak seperti orang lain. Setiap penata rambut punya cara sendiri untuk bekerja, dan cara bekerja berbusana akan mencerminkan hal tersebut. Jika kami tidak terlihat menarik, orang tidak mau datang."

Makna dari pembuatan kebijakan ini jelas tak dipahami banyak pelaku di industri. Tak dijelaskan pula apakah penggunaan sepatu berhak tinggi, perhiasan, dan memotong rambut terlalu sering telah menimbulkan korban.

(Dari berbagai sumber)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau