Lks sd

Disdik DKI Panggil Kepala Sekolah Terkait "Istri Simpanan"

Kompas.com - 12/04/2012, 15:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak sekolah yang memiliki buku Lembar Kerja Siswa  berisi materi "istri simpanan" akan dipanggil oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Hal tersebut diucapkan oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian TK/SD/PLB Sujadiyono.

Sampai saat ini, kata Sujadiyono, pihaknya mengaku belum mengetahui masalah ini lebih lanjut. Akan tetapi, pihaknya telah memanggil kepala sekolah yang memiliki buku Lembar Kerja Siswa  (LKS) tersebut.

"Sampai sekarang kasus ini masih dalam penelusuran. Kami baru memanggil beberapa kepala sekolah yang memiliki LKS tersebut untuk datang ke sini (dinas pendidikan)," ungkap Sujadiyono kepada Kompas.com, Kamis (12/04/2012), di Jakarta.

Setelah memanggil kepala sekolah terkait, papar Sujadiyono, selanjutnya pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menganalisis masalah ini. Ia berharap semua pihak menunggu sampai analisis terhadap kasus ini selesai dikaji.

"Selambat-lambatnya hari Senin. Hasil dari analisis ini akan kami sampaikan," tuturnya.

Terkait materi tersebut, menurut pandangannya, buku tersebut memang tidak layak edar, apalagi untuk siswa SD. Ia mengaku, pihaknya sudah memberikan rambu-rambu mengenai beredarnya buku-buku di sekolah, tetapi mungkin ada beberapa pihak-pihak yang nakal.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat materi memuat tentang "istri simpanan" pada LKS untuk siswa kelas II SD di Jakarta. Materi berjudul kisah "Bang Maman dari Kali Pasir" yang dimuat di halaman 30 itu dinilai sangat "aneh" untuk kalangan usia SD.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau