Bbm

Antrean Ttruk Isi BBM Ganggu Lalu Lintas Banjarmasin

Kompas.com - 13/04/2012, 13:15 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Meski pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak awal April lalu, antrean truk untuk mendapatkan bahan bakar masih saja terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, di Kalimantan Selatan.

Pengamatan Kompas, Jumat (13/4) pagi, antrean terjadi di antaranya di SPBU Jalan Hasan Basri dan SPBU Sultan Adam, keduanya ada di wilayah Kota Banjarmasin. Antrean juga nampak di SPBU Jalan Trans-Kalimantan Km 13 Berangas yang masuk wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Bahkan, antrean truk di SPBU Jalan Hasan Basri dan SPBU Trans-Kalimantan sempat membuat arus lalu lintas yang melalui jalur itu macet dan tersendat akibat bahu jalan dipakai untuk mengantre. Petugas SPBU pun nampak beberapa kali menghardik sopir agar menggeser posisi kendaraanya supaya kendaraan lain bisa jalan.

"Kalau harga bahan bakar di tingkat pengecer murah tidak ada masalah. Namun karena harga di pengecer masih Rp 6.000 per liter, ya saya memilih beli di SPBU meski harus antre," ujar Husni, salah satu pembeli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau