Ritual Adat Mendaki Gamalama

Kompas.com - 13/04/2012, 13:57 WIB

TERNATE, KOMPAS.com — Ritual adat mendaki Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara, biasa disebut Fere Kie, menjadi rangkaian kegiatan Festival Legu Gam yang melibatkan sedikitnya 160 warga.

Salah seorang perangkat Kesultanan Ternate Diku mengatakan di Ternate, Kamis, ritual adat mendaki Gunung Gamalama tersebut bertujuan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberi perlindungan pada daerah dan masyarakat Ternate.

Ritual adat mendaki Gunung Gamalama tersebut mengambil awal di Kedaton Kesultanan Ternate pada pukul 05.30 WIT. Sebelum berangkat, warga yang akan ikut dalam ritual itu menjalani prosesi pembacaan doa di halaman Kedaton Kesultanan Ternate.

Menurut Diku, semua warga yang ikut dalam ritual adat mendaki gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut itu harus menaati sejumlah persyaratan, seperti tidak boleh memakai baju warna merah karena baju warna seperti itu diyakini sama artinya dengan menantang penjaga gunung.

Selain itu, warga selama mengikuti ritual mendaki Gunung Gamalama, baik saat naik maupun saat berada di puncak dan turun kembali, tidak boleh mengeluarkan kata-kata kotor dan memperguncingkan kejelekan orang lain.

"Mereka juga tidak boleh bersuara keras, apalagi sampai berteriak-teriak, serta tidak boleh membawa minuman keras. Jika larangan ini dilanggar akan menimbulkan masalah bagi yang melanggarnya," katanya.

Warga yang mengikuti ritual adat mendaki Gunung Gamalama tersebut juga diwajibkan membawa baju koko (baju muslim), karena saat berada di puncak semuanya akan melakukan shalat zuhur serta pembacaan doa pada sejumlah makan keramat di puncak Gunung Gamalama.

Ritual adat lainnya yang digelar Kesultanan Ternate dalam rangkaian Festival Legu Gam adalah atraksi dabus (kebal) dan permainan bambu gila yang melibatkan sedikitnya 700 peserta serta penampilan berbagai budaya dan kesenian tradisional dari empat kesultanan di Malut.

Festival Legu Gam yang digelar dari tanggal 1-21 April 2012 tersebut merupakan kegiatan tahunan Kesultanan Ternate dalam rangka memeriahkan ulan tahun Sultan Ternate Mudhaffar Sjah, yang pada 13 April 2012 memasuki usia ke-77 tahun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau