Kronologi Serangan Geng Motor di 7Eleven Salemba

Kompas.com - 13/04/2012, 19:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Jumat (13/4/2012) dini hari pukul 02.30 WIB, sekitar 100 orang lebih datang ke 7Eleven di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat dengan mengendarai sepeda motor.

Mereka datang dengan menggunakan parang, samurai, dan balok kayu. J, salah seorang saksi mata yang juga merupakan juru parkir di lokasi itu, menuturkan bahwa pada malam itu, seluruh pengendara sepeda motor mengenakan helm penuh dan berjaket hitam.

"Mereka awalnya datang sebentar pakai sepeda motor yang besar-besar kayak Ninja dan Vixion jumlahnya sampai 90 motor. Setelah itu mereka pergi. Nggak ngerusak apa-apa," ucap J, Jumat sore, saat dijumpai di lokasi.

Namun, selang satu jam kemudian, gerombolan ini ternyata kembali lagi. "Enggak tahu mereka dari mana? Sepertinya habis mutar di depan, terus balik lagi ke sini," ujar J.

Saat tiba, para pria tegap itu masih mengenakan helmnya turun dari sepeda motor sambil membawa samurai dan balok kayu. Salah seorang di antaranya ada yang berteriak "Bubar!".

"Ada sekitar 100 orang pengunjung yang di sini sementara karyawan dan sekuriti, tukang parkir ada sekitar 5 orang. Semuanya pada kocar-kacir karena lihat mereka bawa samurai dan kayu," papar J.

Dari nada bicaranya, kata J, gerombolan ini diduga bukanlah geng motor yang biasanya diisi anak muda. "Suaranya tegas seperti aparat dan sudah dewasa bukan anak muda," tuturnya.

Mereka kemudian mengacak-acak kursi dan meja yang ada di luar 7Eleven. Beberapa pengunjung ada juga yang disaksikan J sedang dianiaya.

"Mereka dipukul, ditendang, diseret sampai nyaris ke jalan ini," imbuhnya.

Selain itu, gerombolan pria berbadan tegap ini juga merusak seluruh motor yang terparkir di 7eleven dan sejumlah notebook milik pengunjung.

Pintu kaca 7eleven juga tampak rusak di bagian bawahnya.

Dua orang korban yakni Robi dan Ade Kirmawan langsung dilarikam ke rumah sakit setelah dibacok oleh para pelaku.

Sekitar setengah jam penyerangan itu berlangsung.

J mengaku saat itu para pelaku sama sekali tidak menanyakan identitas para pengunjung dan langsung main serang.

Peristiwa ini membuat operasional 7eleven dihentikan sementara hingga pukul 07.00. Setelah itu, operasional minimarket ini berjalan normal.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, tampak ada sekitar tiga orang juru parkir dan satu orang sekuriti yang mengamankan tempat itu.

Salah seorang karyawan 7Eleven, menuturkan bahwa ada empat kamera CCTV di bagian dalam toko itu.

Seluruh rekaman sudah dibawa aparat kepolisian untuk penyidikan lebih lanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau