Jumlah DPS Pilkada 2012 Turun Dibanding 2007

Kompas.com - 14/04/2012, 03:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dibandingkan pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2007, jumlah daftar pemilih pada pesta demokrasi yang akan digelar Juli nanti cenderung turun. Lima tahun lalu, jumlah pemilih diperkirakan mencapai 5,8 juta penduduk.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendataan Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Aminullah, mengatakan bahwa hasil ini didapat penelusuran tim pemutakhiran data yang bekerja selama 30 hari terhitung sejak 14 Maret hingga 12 April lalu.

Sebanyak 15.021 petugas sesuai dengan jumlah TPS sementara dikerahkan sebagai tim pemutakhiran. "Trennya menurun. Dari data yang kami terima dari Dinas Dukcapil berupa DP4 ada 7,4 juta penduduk, saat dimutakhirkan jumlah DPS justru turun," kata Aminullah saat jumpa pers di Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta, Jumat (13/4/2012).

Salah satu faktor yang mengakibatkan turunnya jumlah pemilih adalah karena masih ada beberapa data pemilih yang tidak sesuai syarat masih dimasukkan ke dalam daftar. Contohnya, seperti TNI/Polri aktif yang tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). "Ada anggota TNI/Polri yang KTP-nya belum ganti dan pekerjaannya di KTP masih pelajar atau mahasiswa. Dinas Dukcapil lihatnya dari data pekerjaan itu," jelas Aminullah.

Kemudian ada juga nama penduduk yang sudah meninggal masih tercatat di DP4 sehingga harus dicoret. Selanjutnya, nama yang dicoret ini akan diperbaiki dan dimasukkan ke formulir A3.1 KWK atau formulir perubahan status. "Nama penduduk yang masuk ke DPS ini nanti akan dipasang di tempat-tempat seperti pos RW. Yang belum tercantum dapat segera melapor dan mengurus," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau