JAKARTA, KOMPAS.com — Dibandingkan pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2007, jumlah daftar pemilih pada pesta demokrasi yang akan digelar Juli nanti cenderung turun. Lima tahun lalu, jumlah pemilih diperkirakan mencapai 5,8 juta penduduk.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendataan Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Aminullah, mengatakan bahwa hasil ini didapat penelusuran tim pemutakhiran data yang bekerja selama 30 hari terhitung sejak 14 Maret hingga 12 April lalu.
Sebanyak 15.021 petugas sesuai dengan jumlah TPS sementara dikerahkan sebagai tim pemutakhiran. "Trennya menurun. Dari data yang kami terima dari Dinas Dukcapil berupa DP4 ada 7,4 juta penduduk, saat dimutakhirkan jumlah DPS justru turun," kata Aminullah saat jumpa pers di Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta, Jumat (13/4/2012).
Salah satu faktor yang mengakibatkan turunnya jumlah pemilih adalah karena masih ada beberapa data pemilih yang tidak sesuai syarat masih dimasukkan ke dalam daftar. Contohnya, seperti TNI/Polri aktif yang tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). "Ada anggota TNI/Polri yang KTP-nya belum ganti dan pekerjaannya di KTP masih pelajar atau mahasiswa. Dinas Dukcapil lihatnya dari data pekerjaan itu," jelas Aminullah.
Kemudian ada juga nama penduduk yang sudah meninggal masih tercatat di DP4 sehingga harus dicoret. Selanjutnya, nama yang dicoret ini akan diperbaiki dan dimasukkan ke formulir A3.1 KWK atau formulir perubahan status. "Nama penduduk yang masuk ke DPS ini nanti akan dipasang di tempat-tempat seperti pos RW. Yang belum tercantum dapat segera melapor dan mengurus," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang