JAKARTA, KOMPAS.com -- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menepis adanya anak pensiunan jenderal polisi yang terlibat geng motor pembunuh Kelasi Satu Arifin Sirih.
"Tidak ada itu. Kabar bohong kaua ada anak pensiunan jenderal bintang dua terlibat kasus pembunuhan anggota TNI," ujar Rikwanto, Sabtu (14/4/2012) di Jakarta.
Sebelumnya, beberapa sumber di Mabes TNI AL menceritakan keheranan betapa lamban penyelidikan kasus tewasnya Arifin Sirih yang dibunuh geng motor karena berusaha menyelamatkan supir truk yang dipukuli gerombolan bermotor.
"Entah kenapa dompet Arifin masih ada di tempat kejadian setelah tiga hari. Sepeda motornya ada di dekat lokasi kejadian setelah enam hari. Apakah kasus ini diusut serius atau tidak," ujar beberapa perwira senior Mabes TNI AL.
Rikwanto menegaskan, polisi tidak akan mentoleransi teror geng motor. Menurut dia, polisi mengadakan patroli gabungan dengan TNI beberapa hari ini untuk mengantisipasi serangan geng motor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang