Ical: Peluang JK, Akbar Tak Ditutup

Kompas.com - 14/04/2012, 13:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburzial Bakrie alias Ical mengatakan, Partai Golkar tak pernah menutup peluang siapapun kader untuk maju dalam Pilpres 2014 . Semua kader dapat bersaing hingga partai secara resmi memutuskan siapa yang diusung ketika rapat pimpinan nasional (rapimnas).

"Tidak pernah ada satu pun orang yang tertutup peluangnya. Tetapi kalau sudah diputuskan, siapapun, Akbar Tanjung, saya, Jusuf Kalla, harus tunduk pada keputusan rapimnas," kata Ical di Jakarta, Sabtu (14/4/2012).

Seperti diberitakan, Partai Golkar mempercepat jadwal rapimnas dari Oktober 2012 menjadi Juli 2012. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin menyebut percepatan itu agar tak terjadi dualisme di internal untuk mengusung capres. Ical disebut masih mendapat dukungan tertinggi.

Akbar Tanjung mempertanyakan urgensi percepatan rapimnas. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu meminta agar tingginya tingkat dukungan serta kesiapan JK untuk maju sebagai capres tidak dikesampingkan.

Terkait pembagian sembako serta foto dirinya kepada konstituen di daerah, menurut Ical, tak masalah lantaran bentuk partisipasi dari anggota fraksi. Dia tak mau lebih jauh mengomentari lantaran bukan urusannya.

"Mereka yang urus. Saya nggak ikut campur," kata Ical.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau