Kenapa "Adventurous Sex" Harus Dicoba?

Kompas.com - 14/04/2012, 23:48 WIB

KOMPAS.com - Waktu baru menikah, bercinta rasanya luar biasa. Anda bisa melakukannya nyaris setiap hari. Setelah lima atau tujuh tahun menikah, semangat mulai mengendur. Hubungan intim sudah nggak asyik lagi karena sekadar menjadi kewajiban. Bercinta akan dilakukan "selagi sempat", atau "kalau tidak capek". Kehadiran anak makin menjadi alasan untuk menghindari seks.

Untunglah, terkadang Anda masih punya keinginan untuk membuat seks menjadi seperti saat masih pengantin baru. Anda ingin kembali melakukan adventurous sex bersama suami, apapun yang di luar rutinitas seks. Entah itu posisi baru, lokasi yang baru, atau gaya yang baru.

Di luar urusan semangat yang mulai mengendur, seks yang di luar kebiasaan memang layak dicoba. Selain membuat Anda kembali bersemangat di atas ranjang, melakukan adventurous sex akan meningkatkan keyakinan diri Anda akan performa seksual Anda.

"Melakukan sesuatu yang berbeda, entah sukses atau tidak saat dilakukan, akan meningkatkan kepercayaan diri Anda dan akan membuat Anda lebih sering memberanikan diri untuk keluar dari zona kenyamanan," jelas Trina Read, penulis Till Sex Do Us Part: Make Your Married Sex Irresistible.

Banyak bereksperimen juga akan mempercepat dorongan seks Anda. "Ketika Anda berusaha masuk ke area yang belum pernah dijelajahi, hal itu akan tertanam dalam memori Anda," lanjut Read. Dan semakin Anda memikirkan tentang seks, semakin sering Anda menginginkannya.

Nah, sekarang, bagaimana cara mengajak suami melakukan adventurous sex ini? Mengusulkan memakai alat peraga seks saja rasanya menakutkan. Tenang, banyak perempuan lain merasakan hal yang sama.

"Banyak perempuan yang ingin bereksperimen dengan pasangannya, tetapi tidak tahu cara mengungkapkannya," kata Amy Levine, pengajar seksualitas bersertifikat di New York City.

Menurutnya, kaum perempuan umumnya juga takut menyinggung perasaan pasangannya, atau khawatir suami jadi merasa dianggap tak mampu memuaskan sang istri, atau menilai sang istri atau mempertanyakan darimana Anda mendapat ide untuk memakai sex toys.

Levine menyarankan untuk melakukan pendekatan yang relatif lebih lunak, misalnya, "Aku baru saja membaca tentang ... di majalah atau buku. Kamu tertarik nggak?" Cara lain adalah dengan menuliskan lima hal erotis yang ingin Anda coba, lalu minta si dia melakukan hal yang sama. Setelah itu, bandingkan kedua keinginan Anda. Kalau ada satu atau dua hal yang ternyata juga diinginkan suami (atau sebaliknya), artinya Anda berdua layak mencobanya.

Setelah Anda sukses menjalankan trik ini, tuliskan lagi hal-hal erotis lain yang baru terpikir oleh Anda berdua. Coba bandingkan dengan keinginan pasangan, apakah ada perkembangan baru darinya? Dengan cara ini, Anda akan selalu tergugah untuk mencoba hal-hal yang baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau