Jangan Serakah Kalau Mau Berbisnis

Kompas.com - 16/04/2012, 14:44 WIB

KOMPAS.com - Meski keinginannya menjadi perancang busana sempat tak disetujui orangtuanya, namun kegigihan dan keuletan Restu Anggraini membuatnya mampu mendirikan label busana muslim Mainland Heritage. Kini, ia sudah menjadi seorang wewirausaha yang berhasil mengimpor produk busana muslimnya ke Singapura, Malaysia, Dubai, dan juga Jerman.

Meski usianya masih 25 tahun, namun naluri bisnis Restu tak boleh diremehkan. Untuk menjalankan bisnisnya sampai sekarang, Restu memegang beberapa prinsip penting yang menurutnya bisa menjadi pegangan bagi orang lain yang ingin memulai usaha.

1. Tidak takut mencoba
Takut mencoba merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi orang yang ingin membuka usaha. Agar rencana berbisnis tak sekadar jadi rencana, rasa takut ini harus dihilangkan. Rasa ingin tahu dan tidak mudah menyerah merupakan salah satu syarat seorang entrepreneur yang sukses. "Mulai saja pelan-pelan, karena usaha tak bisa langsung berhasil dan mendapat hasil dengan instan," ungkap Restu kepada Kompas Female, usai fashion show-nya bersama MUSE 101 di fX, Plaza, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

2. Totalitas dan passion
Passion
akan membantu kita untuk lebih bersemangat dan total dalam bekerja, sedangkan totalitas akan menghasilkan karya dan hasil yang maksimal karena kita telah berketetapan hati untuk tidak bertindak setengah-setengah. Passion juga terbukti mampu mengatasi rasa jenuh yang mungkin akan dialami, dan juga mengatasi sikap mudah menyerah. Namun untuk sampai ke tahap ini, tentunya Anda harus benar-benar mengenali, apa sebenarnya passion Anda.

3. Jangan ikut tren
Tren memang bisa membantu meningkatkan penjualan produk yang ditawarkan. Namun, sebaiknya hindari menjalankan bisnis hanya karena mengikuti tren semata. Salah satu hal yang dikhawatirkan ketika menjalankan bisnis berdasarkan tren saja adalah berkurangnya penghasilan, atau usaha akan bangkrut ketika tren tersebut sudah terganti oleh tren yang baru. "Masyarakat Indonesia itu lebih cepat bosan pada satu tren tertentu," tukas perempuan kelahiran Jakarta, 18 Maret 1987 ini.

4. Manfaatkan media sosial
Jika dimanfaatkan dengan positif, perkembangan teknologi sebenarnya memberi dampak besar pada bisnis. Tak ada salahnya untuk memanfaatkan perkembangan teknologi internet, dan media sosial, untuk mengembangkan dan mempromosikan produk. "Era internet sekarang ini bisa mempromosikan produk kita lebih luas dan menjaring lebih banyak pelanggan dengan biaya yang lebih murah," jelasnya.

5. Jangan serakah
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk mencapai keberhasilan, Restu yakin kita tak bisa melakukannya seorang diri. "Saya bisa mendesain, dan ada orang lain yang jago di pemasaran serta produksi. Jangan terlalu serakah untuk melakukan semuanya seorang diri. Sadari kemampuan dan keterbatasan diri. Dengan menerima bantuan orang lain, secara tidak langsung kita juga membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," katanya.

Selain karena keterbatasan kemampuan, melakukan semuanya seorang diri juga berakibat pada keseluruhan hasil yang kurang maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau