Ujian nasional

75 Siswa Tak Ikut UN

Kompas.com - 16/04/2012, 17:57 WIB

JEMBER, KOMPAS.com - Hari pertama ujian nasional untuk tingkat SMA/MA dam SMK di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak dihadiri 75 siswa dari berbagai sekolah.

Peserta ujian nasional (UN) seharusnya berjumlah 17.960 siswa, dari SMA dan MA 10.200 siswa, dan SMK 7.835 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Bambang Hariono kepada wartawan di Jember, Senin (16/4/2012), mengatakan, dari 75 siswa yang tidak ikut UN hari pertama, antara lain 67 siswa mengundurkan diri. Sebanyak 6 siswa sakit, dan dua orang meninggal atau tanpa keterangan.

"Enam siswa yang absen ujian hari pertama dengan mata ujian bahasa Indnesia, mereka masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian susulan yang diselenggarakan pada 23 April mendatang. Saya berharap pada ujian susulan nanti agar dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata Bambang.

Pengelola SMK Ibu di Pakusari, M Hafidi, menambahkan, dari 152 siswa SMK Ibu yang terdaftar sebagai peserta ujian yang sakit satu dan 2 orang mengundurkan diri. Dua siswa yang mengundurkan diri ini karena diajak orang tuanya pindah ke luar daerah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau