Doktoral

Terbuka, Peluang Melanjutkan S-3 di Selandia Baru!

Kompas.com - 16/04/2012, 22:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan delegasi pendidikan tinggi Selandia Baru kembali melakukan kerjasama di bidang pendidikan. Kerjasama tersebut khusus untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan jenjang doktorat (PhD/S-3) di Selandia Baru.

Grant McPherson, CEO Education New Zealand, lembaga pemerintah Selandia Baru yang bertanggungjawab mempromosikan pendidikan Selandia Baru di luar negeri mengatakan, para calon mahasiswa internasional yang berniat menempuh pendidikan jenjang S-3 di Selandia Baru akan diberikan banyak keuntungan. Informasi terhangat saat ini, para mahasiswa internasional hanya perlu membayar uang kuliah setara dengan biaya pendidikan untuk mahasiswa lokal.

"Artinya, para mahasiswa dan lembaga beasiswa mendapatkan penghematan biaya yang signifikan," kata McPherson, saat menandatangani nota kerjasama bersama Kemdikbud, di gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (16/4/2012).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sengaja dilakukan oleh pemerintah Selandia Baru untuk menarik lebih banyak calon mahasiswa S-3 dari Indonesia. Karena, kata dia, volume kerjasama pendidikan terus meningkat, khususnya setelah pada Juli 2011 lalu, kedua negara menandatangani kerjasama bidang pendidikan.

"Kebijakan ini akan menghadirkan akses yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia akan pendidikan berkualitas tinggi di berbagai bidang studi, seperti teknik, biomedis, energi panas bumi, pertanian, bisnis, maupun bidang studi lainnya yang relevan dengan industri Indonesia," pungkasnya.

Pada kesempatan sama, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Sudjarwadi mengatakan, perjanjian kerjasama ini akan memberikan keuntungan nyata bagi Indonesia. Keuntungan tersebut khususnya bagi perkembangan dunia pendidikan guna mendukung pertumbuhan bangsa di masa akan datang.

"Tentunya akan mencetak lulusan individu dan dosen dengan kualitas yang baik, sehingga inisiatif ini perlu diapresiasi," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau