Suksesi

Kim Dipastikan Pimpin Bank Dunia

Kompas.com - 17/04/2012, 02:33 WIB

WASHINGTON, SENIN - Dewan direksi Bank Dunia bertemu di Washington, Senin (16/4). Mereka bertugas memutuskan pemimpin baru di lembaga itu untuk menggantikan Robert Zoellick. Jim Yong-kim dipastikan akan tampil sebagai pengganti.

Untuk pertama kali dalam 66 tahun calon dari AS mendapat pesaing dari dua negara berkembang. Biasanya hanya AS yang mengajukan calon, dan kemudian disepakati secara aklamasi oleh para direktur Bank Dunia.

Berdasarkan kesepakatan tidak tertulis, jatah kepemimpinan di Bank Dunia adalah untuk warga AS, dan pimpinan di Dana Moneter Internasional (IMF) adalah jatah orang Eropa.

AS mengajukan Jim Yong-kim, warga AS keturunan Korea Selatan. Ada sedikit keraguan, apakah para pemegang saham terbesar Bank Dunia, AS, Eropa, dan Jepang akan bersuara bulat mendukung Kim.

Calon lain adalah mantan Menteri Keuangan Kolombia Jose Antonio Ocampo, yang mundur dari pencalonan. Dia mengeluhkan proses seleksi yang sarat dengan nuansa politis. Setelah Ocampo mundur, satu-satunya pesaing Kim adalah Menteri Keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala.

BRICS Pecah

Ada harapan kekuatan negara berkembang, seperti Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan (BRICS), bersatu mendukung Okonjo-Iweala yang sudah bekerja 20 tahun di Bank Dunia. Akan tetapi, suara BRICS terpecah. Rusia menyatakan mendukung Kim. Hal memastikan tradisi pemimpin Bank Dunia berasal dari AS. ”Setiap orang di Bank Dunia berasumsi bahwa calon dari AS akan menang,” ujar seorang ahli pertanian dari Bank Dunia.

”Keadaan akan berbalik jika Eropa tidak mendukung calon dari AS. Dalam konteks sekarang, ini mustahil terjadi,” ujar Daniel Bradlow, seorang profesor hukum dari Universitas Amerika di Washington.

Pemenangnya akan dipilih melalui konsensus pada Senin pagi waktu setempat. Dia akan menggantikan Robert Zoellick, mantan diplomat AS.

Posisi tersebut krusial bagi negara-negara berkembang. Presiden Bank Dunia akan mengawasi 9.000 ekonom, pakar pembangunan, dan ahli kebijakan. Bank Dunia memiliki portofolio pinjaman yang mencapai 258 miliar dollar AS pada tahun 2011.

Tahun lalu, Bank Dunia berkomitmen memberikan pinjaman baru sebesar 43 miliar dollar AS bagi negara berkembang untuk membangun infrastruktur, administrasi, dan beberapa faktor penting untuk menopang pembangunan ekonomi. (AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau