Jakarta, Kompas -
Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta, Senin (16/4), mengemukakan, tahun ini ruang sewa ritel baru di Jakarta akan bertambah 282.827 meter persegi, sedangkan di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sebanyak 113.000 unit.
Masuknya ruang ritel sewa tersebut akan menambah pusat perbelanjaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 5,96 juta meter persegi.
Pasokan ruang sewa ritel baru yang masuk tahun ini didominasi tiga proyek, yakni Kota Kasablanka, Kemang Village, dan Ciputra World. Kota Kasablanka menyuplai ritel baru sampai 38 persen dari total pasokan. Proyek mal yang mulai beroperasi tahun ini mencakup Menteng Square, Pulomas X’Venture, dan Pondik Indah Mal Street Gallery.
Penambahan ruang sewa ritel tidak hanya berasal dari pembangunan pusat perbelanjaan baru, tetapi juga penambahan luas pusat perbelanjaan yang sudah ada. Di antaranya Ciputra Mal yang sedang direnovasi serta proyek pengembangan Mal Citra Gran di Cibubur, Plaza Cibubur, dan Supermal Karawaci.
Ferry Salanto menjelaskan, tingkat sewa ritel di Jakarta cenderung tinggi. Hingga triwulan pertama 2012, Januari-Maret, penyerapan ruang sewa ritel mencapai 89,6 persen.
Hal senada dikemukakan Direktur Research Jones Lang LaSalle Anton Sitorus, akhir pekan lalu. Pertumbuhan permintaan mal tecermin dari pemesanan awal. Harga rata-rata sewa dasar ritel saat ini Rp 422.800 per unit, sedangkan biaya servis Rp 71.700 per unit.
Direktur Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyarankan, pertumbuhan mal baru perlu diimbangi dengan pengaturan tata ruang. ”Penambahan mal jangan sampai mengganggu ruang terbuka hijau di Jakarta,” ujar Ali.