Inilah Tiga Sektor Properti yang Aman dari "Bubble"

Kompas.com - 17/04/2012, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar perumahan, perkantoran, dan kawasan industri merupakan tiga sektor properti yang akan aman dari kemungkinan terjadinya bubble properti. Ketiga pasar properti ini dinilai memiliki permintaan tinggi dari para enduser (pengguna), bukan investor maupun spekulan.

"Untuk dua sampai tiga tahun mendatang, pasar perumahan masih jauh dari potensi terjadinya bubble properti. Karena permintaan tinggi pada pasar ini berasal dari enduser bukan spekulan," kata Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory at PT Cushman & Wakefield Indonesia, dalam paparan kuartal I tahun 2012 di Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Menurut survei yang dilakukan oleh Cushman & Wakefield, permintaan akan perumahan akan tumbuh lebih tinggi dari pasokan yang ada saat ini. Permintaan akan lebih meningkat dan berkelanjutan pada 2012 dan 2013.

Handa Sulaiman, Executive Director, Investment PT Cushman & Wakefield Indonesia menambahkan, 70% profil pembeli rumah adalah pengguna. Ia mengakui, memang ada investor atau spekulan rumah.

"Namun, rata-rata dari pembeli tujuannya untuk ditempati, bukan disewakan kembali," ujarnya.

Berdasarkan data survey tersebut, enduser pada pasar perumahan untuk wilayah Jakarta dan Bekasi sebesar 75%, sementara investor hanya 25%. Di kawasan Tangerang, tingkat pengguna rumah sebesar 79%, dan investor sebesar 21%. Di wilayah Bogor dan Depok, 78% pembeli rumah adalah enduser, sementara sisanya sebanyak 22% adalah investor. Di Jakarta, 77% pembeli rumah adalah enduser, sementara 23% lainnya adalah investor.

Handa memaparkan, untuk pasar perkantoran dan kawasan industri tidak akan terjadi bubble lantaran tingkat permintaannya masih sangat tinggi. Sebaliknya, pasokan masih terbatas. Dari data itu juga diketahui, pembeli kantor dan lokasi industri adalah enduser, bukan spekulan.

Ia mengatakan, tingginya permintaan pasar perkantoran saat ini dipicu oleh permintaan dari perusahaan tambang, IT, perbankan dan asuransi. Sementara permintaan untuk kawasan industri melonjak karena pihak asing mencari lokasi industri, karena pasokan perkantoran di wilayah Karawang dan Bekasi saat ini terbatas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau