KOMPAS.com - Pertanyaan seperti, "Apa sebenarnya passion saya?" masih sering disampaikan. Pernyataan seperti, "Saya punya banyak passion, tapi..." juga masih sering diungkapkan oleh mereka yang kebingungan mencari cara mewujudkan passion, dan selalu merasa terhambat karena kondisi tertentu atau berbagai alasan lainnya.
"Pertanyaan yang paling sering saya terima adalah 'passion saya apa'? Saya pikir, ini sama saja dengan mempertanyakan hidup Anda kepada orang lain. Saya juga terlalu banyak bertemu orang yang bilang punya passion, namun banyak juga tapinya. Saya pikir orang ini terlalu punya banyak masalah dalam hidupnya," tutur psikolog dan pendiri Daily Meaning, Alexander Sriewijono saat bincang-bincang di sela peluncuran kampanye Shine with Passion bersama Charm, di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa (17/4/2012).
Pria yang akrab disapa Alex ini menuturkan, passion terus berkembang sepanjang perjalanan hidup seseorang. Dan semestinya, penelusuran akan passion sudah dimulai sejak masa kanak-kanak.
Kebiasaan menelusuri passion sejak kanak-kanak akan membuat individu selalu mampu melakukan segala hal dengan penuh semangat dan bergairah. Sayangnya, sejak kecil banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan mengenali passion atau salah menemukan passion-nya karena berbagai indoktrinasi kuat dari lingkungannya.
Alex menyontohkan, saat usia sekolah ketika anak memilih kegiatan ekstrakurikuler orangtua jarang membantu anak. Alih-alih bertanya apa yang paling diinginkan anak, orangtua cenderung hanya fokus pada apa yang dicita-citakan anak. Sehingga saat anak memilih kegiatan ekstrakurikuler atau berbagai kegiatan lain di luar sekolah, ia cenderung diarahkan pada berbagai aktivitas yang dianggap mampu menunjang cita-citanya.
"Passion seringkali dipelesetkan dengan pekerjaan. Yang paling penting adalah apa yang paling diinginkan anak, bukan cita-citanya. Yang juga penting adalah hal apa yang paling ia senangi dari aktivitasnya karena dari situlah berbagai ide muncul. Lalu ia akan selalu mewujudkan idenya dengan passionate," jelas Alex.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang