Telusuri "Passion" Sejak Dini

Kompas.com - 17/04/2012, 20:40 WIB

KOMPAS.com - Pertanyaan seperti, "Apa sebenarnya passion saya?" masih sering disampaikan. Pernyataan seperti, "Saya punya banyak passion, tapi..." juga masih sering diungkapkan oleh mereka yang kebingungan mencari cara mewujudkan passion, dan selalu merasa terhambat karena kondisi tertentu atau berbagai alasan lainnya.

"Pertanyaan yang paling sering saya terima adalah 'passion saya apa'? Saya pikir, ini sama saja dengan mempertanyakan hidup Anda kepada orang lain. Saya juga terlalu banyak bertemu orang yang bilang punya passion, namun banyak juga tapinya. Saya pikir orang ini terlalu punya banyak masalah dalam hidupnya," tutur psikolog dan pendiri Daily Meaning, Alexander Sriewijono saat bincang-bincang di sela peluncuran kampanye Shine with Passion bersama Charm, di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Pria yang akrab disapa Alex ini menuturkan, passion terus berkembang sepanjang perjalanan hidup seseorang. Dan semestinya, penelusuran akan passion sudah dimulai sejak masa kanak-kanak.

Kebiasaan menelusuri passion sejak kanak-kanak akan membuat individu selalu mampu melakukan segala hal dengan penuh semangat dan bergairah. Sayangnya, sejak kecil banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan mengenali passion atau salah menemukan passion-nya karena berbagai indoktrinasi kuat dari lingkungannya.

Alex menyontohkan, saat usia sekolah ketika anak memilih kegiatan ekstrakurikuler orangtua jarang membantu anak. Alih-alih bertanya apa yang paling diinginkan anak, orangtua cenderung hanya fokus pada apa yang dicita-citakan anak. Sehingga saat anak memilih kegiatan ekstrakurikuler atau berbagai kegiatan lain di luar sekolah, ia cenderung diarahkan pada berbagai aktivitas yang dianggap mampu menunjang cita-citanya.

"Passion seringkali dipelesetkan dengan pekerjaan. Yang paling penting adalah apa yang paling diinginkan anak, bukan cita-citanya. Yang juga penting adalah hal apa yang paling ia senangi dari aktivitasnya karena dari situlah berbagai ide muncul. Lalu ia akan selalu mewujudkan idenya dengan passionate," jelas Alex.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau