JAMBI, KOMPAS.com — Lokasi bekas kebakaran lahan yang mencapai 32.000 hektar pada tahun 2001 di kawasan Taman Nasional Berbak, Jambi, hingga kini belum pulih. Sebagian besar lahan masih berupa semak belukar. Diperkirakan sekitar 5.000 hektar telah ditumbuhi vegetasi keras.
Menurut Nukman, Kepala Bagian Usaha Balai Taman Nasional Berbak (TNB), di Jambi, Rabu (18/4/2012), kebakaran pada 20 tahun lalu tersebut terjadi pada kawasan relung gambut atau kawasan gambut berkedalaman 13 meter. Lapisan gambut yang terlalu dalam membuat tanaman lambat tumbuh. Pihaknya harus membiarkan suksesi berlangsung secara alami.
Nukman melanjutkan, pembalakan liar juga berlangsung di tiga titik besar, yaitu di wilayah Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh Ilir, serta Sungai Kapas dan Remau Baku Tuo di Kecamatan Sadu.
Para pelaku menarik kayu hasil tebangan melalui jalur-jalur parit atau sungai kecil menuju industri perkapalan. "Ada sekitar 50 unit usaha perkapalan yang mendapat pasokan kayu dari hasil curian di kawasan Berbak,” lanjutnya.
Sebagian kayu dijual untuk pembangunan gedung-gedung walet dan pembangunan permukiman di desa-desa sekitar TNB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang