Gaji Pegawai Proyek PLTU Tuban Rp 237 Juta Dijambret

Kompas.com - 18/04/2012, 22:18 WIB

TUBAN, KOMPAS.com — Uang untuk membayar pekerja di PT Adi Karya, rekanan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Awar-awar, Tuban, Jawa Timur, sebesar Rp 237,420 juta, Rabu (18/4/2012) sekitar pukul 15.30, dijambret.

Awalnya, karyawan PT Adi Karya, M Ahmadi (43), ditemani sopir, Nur Izudin (42), mengambil uang di Bank Mandiri Cabang Tuban. Keduanya mengendarai mobil Toyota Avanza bernomor polisi AG 881 DC.

Saat mengambil uang, Ahmadi sendirian masuk ke bank, sedangkan Nur Izudin menunggu di mobil. Setelah mengambil uang, keduanya kembali menuju proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Desa Wadung, Kecamatan Jenu.

Tepat di perempatan Sambong, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban, atau sekitar 1 kilometer dari Bank Mandiri, ban belakang kanan mobil kempis. Mobil ditepikan untuk diganti bannya.

Saat mereka sibuk menganti ban di tepi jalan, uang di atas jok mobil diambil dua orang yang mengendarai sepeda motor Honda Megapro warna hitam tanpa mengenakan helm. Keduanya berusaha mengejar, tetapi pelaku kabur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Budi Santoso menyatakan, polisi masih memburu pelaku dan memeriksa saksi-saksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau