JAKARTA, KOMPAS.com- Hari Rabu (18/4/2012) kemarin, rupiah ditutup melemah tipis di level 9.177 per dollar AS dibandingkan dengan pembukaan di level 9.170 per dollar AS setelah bergerak di kisaran 9.170-9.179 per dollar AS.
Menurut analis dari BNI unit Treasury, dalam catatannya Kamis (19/4/2012) minimnya sentimen positif cenderung membatasi gerakan kurs rupiah di tengah masih adanya permintaan dollar AS terkait pemenuhan kebutuhan para importir yang lebih menguntungkan posisi dollar AS.
Terlebih penerbitan obligasi pemerintah pada hari sebelumnya dinilai kurang berpengaruh terhadap permintaan dari investor asing hingga tak kuasa menopang rupiah. Hari ini rupiah potensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi.
Menyeruaknya kabar mengenai pemangkasan China RRR memunculkan support bagi risk-appetite untuk bangkit. Bahkan, sentimen positif pun berpeluang menaungi pasar valuta asing Asia hingga turut menopang pergerakan rupiah.
Situasi ini mengindikasikan stabilnya rupiah di tengah perhatian pasar pada persoalan anggaran pemerintah RI. Walau kewaspadaan terhadap masalah defisit fiskal yang terancam bakal meningkat 2,8 persen dari produk domestik bruto Indonesia akibat masalah BBM bersubsidi sedikit mereda.
Terutama menyusul rencana Bank Indonesia yang akan menambah giro wajib minimum untuk mengatasi ancaman inflasi. Tapi hal tersebut membuka peluang tertahannya dominasi rupiah dihadapan dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang