Gemuk Saat Hamil, Berisiko Tinggi Komplikasi

Kompas.com - 19/04/2012, 11:24 WIB

KOMPAS.com - Jika Anda sedang berusaha untuk hamil, sebaiknya jaga kondisi berat badan Anda. Mengapa? Sebuah riset kembali menemukan bahwa wanita hamil yang kelebihan berat badan (tetapi belum masuk kategori obesitas) dan memiliki kadar gula darah sedikit lebih tinggi, berisiko mengalami komplikasi kehamilan.

Menurut peneliti, risiko mereka bahkan lebih tinggi daripada rekan mereka yang mengalami obesitas dengan kadar gula darah normal atau wanita hamil yang menderita diabetes gestasional dengan berat badan normal.

Peneliti yang mempublikasikan penelitian ini dalam jurnal Diabetes Care edisi April menjelaskan, selama ini para dokter umumnya hanya fokus pada wanita hamil dengan obesitas atau diabetes gestasional, tetapi cenderung mengabaikan ibu hamil yang mengalami kegemukan (tidak obesitas) dan memiliki kadar gula cukup tinggi.

"Wanita-wanita ini belum masuk fokus perhatian kita (dokter) karena mereka tidak memiliki gestational diabetes dan tidak obesitas. Tetapi penelitian kami menunjukkan, jika Anda adalah salah satu dari mereka, maka Anda membawa beberapa risiko yang signifikan," ujar pemimpin studi, Dr Boyd Metzger, seorang profesor kedokteran dan endokrinologi dari Northwestern University Feinberg School of Medicine.

"Kami para dokter harus mengatasi kombinasi persoalan dari ibu hamil dengan kelebihan berat badan dan gula darah sedikit tinggi sama seperti yang kita lakukan untuk wanita obesitas atau menderita diabetes gestasional," tambahnya.

Dalam kajiannya terhadap lebih dari 23.000 wanita di sembilan negara, peneliti menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami obesitas dan menderita diabetes gestasional serta ibu hamil yang kelebihan berat badan dan kadar gula darahnya sedikit lebih tinggi, lebih mungkin  melahirkan bayi berukuran besar, sehingga meningkatkan risiko cedera pada bayi saat melahirkan melewati vagina (persalinan normal). Akibatnya, hal ini meningkatkan kemungkinan untuk menjalani bedah caesar.

Dibandingkan bayi yang lahir dari ibu dengan berat badan dan gula darah normal, bayi yang lahir dari ibu dengan obesitas dan diabetes bobotnya sekitar 12 ounce (340 gram) lebih berat. Sedangkan mereka yang lahir dengan kelebihan berat badan (tetapi tidak obesitas) dan gula darah sedikit lebih tinggi bobotnya  7,5 ounce (213 gram) lebih berat . Sedangkan bayi yang lahir dari ibu dengan berat badan normal dan diabetes gestasional bobotnya  6 ounce (170) lebih berat, dan mereka yang lahir dari ibu dengan obesitas dan kadar gula darah normal, bobotnya  6 ounce lebih berat.

Para peneliti juga mencatat bahwa bayi lahir dari ibu dengan kelebihan berat badan (tapi tidak obesitas) dan lebih tinggi tingkat gula darah, lebih mungkin untuk memiliki kadar insulin lebih tinggi dan kadar gula darah yang lebih rendah . Efek ini akhirnya dapat memicu obesitas dan diabetes pada anak.

"Pesan besar dari temuan ini adalah ketika Anda melihat dampak gizi, metabolisme dan berat badan pada hasil kehamilan, setiap wanita - pada kunjungan pertama prenatalnya - harus melakukan konsultasi dengan seorang ahli diet dan mengatur pola makan sehat yang sesuai untuk kehamilannya," kata Metzger, yang juga adalah seorang profesor metabolisme dan gizi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau