Rumah Oranye, Markas Pemenangan Hidayat-Didik

Kompas.com - 19/04/2012, 22:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Hidayat Nur Wahid - Didik J. Rachbini akhirnya memiliki markas bagi tim suksesnya. Markas pemenangan yang sekaligus menjadi media center itu diberi warna oranye. "Markas pemenangan Hidayat-Didik ini kita namakan Rumah Oranye," kata Hidayat dalam sambutan peresmian gedung di Jalan Warung Buncit Raya Nomor 30, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2012) malam.

Warna oranye telah dipilih sebagai warna khas pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera ini. Diawali dengan selalu menggunakan batik kucus berwarna khas The Jakmania, warna ini kemudian terpilih sebagai simbol Hidayat-Didik. "Warna oranye adalah warna kegembiraan. Oranye juga simbol keinginan untuk menghadirkan sesuatu bagi masyarakat, sebagaimana yang diharapkan oleh Jakmania dari Persija," ulas Hidayat.

Ia mengakui penggunaan warna simbolis itu terhitung baru. Namun, agar lebih mudah membekas di ingatan warga, tim Hidayat-Didik merasa perlu konsisten menggunakan simbol warna tersebut. Rumah Oranye selanjutkan akan menjadi markas tim sukses pasangan ini sekaligus tempat menerima tamu dan tempat mereka mendalami berbagai persoalan Jakarta dan merumuskan solusinya.

"Rumah Oranye juga akan menjadi markas bagi relawan dan tempat kami mendengarkan aspirasi warga Jakarta," lanjut mantan Presiden PKS itu.

Hidayat juga sempat menyebutkan baris lagu kebanggaan The Jakmania. Namun saat berdendang singkat, liriknya diubah mantan Ketua MPR RI itu. "Ku ingin oranye selalu menang," dendang Hidayat singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau