PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Musyawarah Daerah (Musda) II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Tengah sempat ricuh. Keributan tersebut disebabkan sebagian peserta musda mempersoalkan pemilihan ketua DPD Partai Demokrat Kalteng yang baru.
Kericuhan dalam musda di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (19/4/2012) itu berlangsung lebih kurang tiga jam, yang berakhir pada pukul 18.00.
Musda dihadiri sekitar 200 orang, dan 16 orang diantaranya berhak memberikan suara dalam pemilihan. Selanjutnya, mereka diminta memilih dua calon ketua DPD.
Para calon itu yakni Ujang Iskandar dan Baharudin Lisa. Ujang mendapatkan tujuh suara dan Baharudin memperoleh sembilan suara.
Namun, sebagian peserta musda kemudian mempersoalkan pemilihan tersebut. Mereka juga mempertanyakan pasal-pasal yang tercantum dalam tata tertib pemilihan. Beberapa peserta musda menolak menandatangani surat keputusan tentang ketua DPD Partai Demokrat Kalteng yang baru.
Sejumlah kader terlihat berteriak-teriak mengajukan keberatan. Beberapa kader lain menyoraki peserta lain yang berbeda pendapat. Kader-kader lain tampak tak kalah sibuknya berjalan hilir mudik.
Pemimpin sidang, Rudianto, harus berkali-kali menenangkan mereka. Ia akhirnya mengambil keputusan dan menetapkan Baharudin sebagai ketua DPD Partai Demokrat Kalteng yang baru.
Soal kericuhan, Rudianto mengatakan, itu biasa dalam politik dan menyatakan bahwa musda tidak menemui jalan buntu atau deadlock. "Biasa itu. Dalam politik kalau ada bolongnya, ya bolong. Tapi, tidak ada deadlock. Ketua DPD sudah terpilih," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang